Kata Bu Ani, 4 Faktor Ini Bisa Pengaruhi Ekonomi RI

Rabu, 03 Maret 2021 - 18:44 WIB
loading...
Kata Bu Ani, 4 Faktor...
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan terkait proyeksi ekonomi Indonesia saat ini, di mana ada empat faktor yang mempengaruhi proyeksi perekonomian Indonesia.

Pertama dan paling utama adalah kaitannya dengan kesehatan. Hal ini menyusul pandemi virus corona (Covid-19) yang masih terjadi hingga saat ini. “Kalau kita lihat Indonesia dalam kondisi hari ini ada empat faktor yang mempengaruhi proyeksi perekonomian Indonesia. Pertama dan yang utama tetap berhubungan dengan Covid dan aspek kesehatan,” ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Kasus COVID-19 Bertambah 6.808, Berikut Sebaran di 34 Provinsi

Oleh karena itu, pada tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk sektor kesehatan. Ada sekitar Rp132 triliun atau total Rp172 triliun di bidang kesehatan yang akan dibelanjakan pada tahun ini.

“Oleh karena itu anggaran 2021 untuk melakukan testing, tracing dan treatment serta untuk vaksinasi sangat mendominasi anggaran dari program pemulihan ekonomi. Lebih dari Rp132 triliun atau total Rp172 triliun di bidang kesehatan akan dibelanjakan tahun ini,” beber wanita yang kerap disapa Ani.

Kemudian faktor kedua yang mempengaruhi perekonomian adalah bagaimana menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara efektif bersama dengan instrumen kebijakan moneter dan OJK.

Program pemulihan ekonomi yang meningkat 21% menjadi salah satu faktor yang mendukung dengan defisit sebesar 5,7%. “APBN masih menjadi instrumen kebijakan yang sangat menentukan untuk berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Baca juga: Hary Tanoesoedibjo: Ekonomi RI Akan Segera Pulih

Kemudian faktor yang ketiga adalah dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja (UU cipta Kerja) dan program-program reformasi birokrasi struktural. Hal tersebut, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, bisa memperbaiki perekonomian Indonesia.

“Dengan berjalannya UU Cipta Kerja momentum untuk memperbaiki iklim investasi sudah berjalan. Berbagai peraturan perundang-undangan yang tujuannya adalah melakukan simplifikasi debirokratisasi dan mempermudah kelancaran izin berusaha diharapakan memberikan momentum positif bagi dunia usaha pada saat mereka merancang pemulihannya,” jelasnya.

Lalu yang terakhir faktor yang keempat adalah dengan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) . Menurut Menkeu, pembentukan LPI dapat meningkatkan data tarik ekonomi Indonesia termasuk memberikan pilihan kepada para investor untuk berinvestasi di Indonesia melalu berbagai jalur.

Baca juga: Perpres Miras Dicabut, Penetapan Ketentuan Investasi Wajib Dikaji Menyeluruh

“Melalui LPI, mereka membeli saham, membeli surat berharga negara mereka melakukan investasi seperti PMA dan PMDN melalui BKPM. Dan mereka juga bisa melakukan kolaborasi bersama-sama dengan partner lokal. Bagi pemerintah kita juga akan terus mendiversifikasi instrumen investasi ini. Salah satunya juga pembentukan LPI ini,” jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Berita Terkini
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved