Inovasi Digital Bank BTPN Mulai Membuahkan Hasil
Senin, 18 Mei 2020 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Kecukupan likuiditas Bank BTPN juga terlihat pada liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 212% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 116% yang jauh di atas ketentuan minimum regulator 100%. Sebagai informasi LCR merupakan instrumen untuk menghitung rasio likuiditas jangka pendek, sedangkan NSFR untuk menghitung rasio likuiditas jangka panjang.
Pada akhir kuartal I-2020, aset Bank BTPN mencapai Rp199,7 triliun, tumbuh 4% secara tahunan. Adapun laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) mencapai Rp752 miliar, meningkat 48%. Dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 22,5%, Bank BTPN masih memiliki kemampuan ekspansi yang kuat.
Terkait penanganan Covid-19, Bank BTPN turut memahami dampak negatif pada perekonomian dan mendukung berbagai upaya pemerintah dalam rangka meringankan beban masyarakat. Salah satunya turut memberikan relaksasi kredit kepada debitur yang kegiatan usahanya benar-benar terdampak Covid-19.
“Situasi Covid-19 ini tentu sangat menantang, termasuk bagi kami di industri perbankan. Namun kami patut syukuri pencapaian kinerja pada awal tahun ini. Tentu ini menjadi motivasi dan modal kami untuk melayani lebih banyak jutaan rakyat Indonesia,” tutup Ongki.
Pada akhir kuartal I-2020, aset Bank BTPN mencapai Rp199,7 triliun, tumbuh 4% secara tahunan. Adapun laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) mencapai Rp752 miliar, meningkat 48%. Dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 22,5%, Bank BTPN masih memiliki kemampuan ekspansi yang kuat.
Terkait penanganan Covid-19, Bank BTPN turut memahami dampak negatif pada perekonomian dan mendukung berbagai upaya pemerintah dalam rangka meringankan beban masyarakat. Salah satunya turut memberikan relaksasi kredit kepada debitur yang kegiatan usahanya benar-benar terdampak Covid-19.
“Situasi Covid-19 ini tentu sangat menantang, termasuk bagi kami di industri perbankan. Namun kami patut syukuri pencapaian kinerja pada awal tahun ini. Tentu ini menjadi motivasi dan modal kami untuk melayani lebih banyak jutaan rakyat Indonesia,” tutup Ongki.
(akr)
Lihat Juga :