Nilai Transaksi Bursa Diproyeksi Capai Rp15 Triliun per Hari, Simak Tiga Faktornya
Kamis, 04 Maret 2021 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga. Musim publikasi laporan keuangan juga disusul oleh aksi korporasi beberapa emiten, termasuk RUPS, dividen, right issue, dan stock split. Untuk dividen, Roger mengatakan ada beberapa emiten yang diprediksi memberikan dividen per lembar saham dengan cukup tinggi, salah satunya PTBA.
Dari aksi right issue, sekurangnya ada empat emiten yang siap menggelar aksi penambahan modal tersebut yaitu FREN, CENT, ENRG, ARTO, dan SAME. Aksi korporasi lain yang rencananya digelar pada “bulan tiga” adalah stock split yang akan di lakukan oleh emiten ERAA.
“Sehingga, asal tidak ada aral melintang, ketiga faktor utama tersebut diprediksi akan membuat nilai transaksi bursa pada Maret dapat lebih ramai daripada Februari, yang rata-rata per harinya mencapai sekitar Rp 15 trilun,” kata Roger.
Selain itu, Business Innovation Mirae Asset Sekuritas Simon Gunawan menilai ramainya transaksi di pasar saham juga akan disumbangkan oleh perkembangan transaksi efek lain, salah satunya adalah reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF). Penilaian Simon itu didasari meroketnya pertumbuhan pasar ETF dalam 4 tahun terakhir, di mana jumlah produk tersebut meningkat lebih dari empat kali lipat dari 10 produk menjadi 45 produk pada akhir tahun lalu.
Saat ini, lanjutnya, Mirae Asset Sekuritas sudah menjadi diler partisipan (dealer participant) transaksi satu ETF yaitu RD Indeks Nusadana ETF IDX30 sehingga nasabah dapat bertransaksi ETF di pasar primer dan pasar sekunder. Di sekuritas lain, umumnya nasabah hanya dapat bertransaksi ETF di pasar sekunder saja.
Simon mengatakan keuntungan bertransaksi ETF adalah cocok untuk investor pemula, Investasi yang otomatis terdiversifikasi (reksa dana), tidak perlu modal besar, dapat berfungsi sebagai instrumen investasi jangka panjang maupun trading harian, pengelolaan yang transparan, dan insentif pajak pada transaksi jual di pasar sekunder.
Dari aksi right issue, sekurangnya ada empat emiten yang siap menggelar aksi penambahan modal tersebut yaitu FREN, CENT, ENRG, ARTO, dan SAME. Aksi korporasi lain yang rencananya digelar pada “bulan tiga” adalah stock split yang akan di lakukan oleh emiten ERAA.
“Sehingga, asal tidak ada aral melintang, ketiga faktor utama tersebut diprediksi akan membuat nilai transaksi bursa pada Maret dapat lebih ramai daripada Februari, yang rata-rata per harinya mencapai sekitar Rp 15 trilun,” kata Roger.
Selain itu, Business Innovation Mirae Asset Sekuritas Simon Gunawan menilai ramainya transaksi di pasar saham juga akan disumbangkan oleh perkembangan transaksi efek lain, salah satunya adalah reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF). Penilaian Simon itu didasari meroketnya pertumbuhan pasar ETF dalam 4 tahun terakhir, di mana jumlah produk tersebut meningkat lebih dari empat kali lipat dari 10 produk menjadi 45 produk pada akhir tahun lalu.
Saat ini, lanjutnya, Mirae Asset Sekuritas sudah menjadi diler partisipan (dealer participant) transaksi satu ETF yaitu RD Indeks Nusadana ETF IDX30 sehingga nasabah dapat bertransaksi ETF di pasar primer dan pasar sekunder. Di sekuritas lain, umumnya nasabah hanya dapat bertransaksi ETF di pasar sekunder saja.
Simon mengatakan keuntungan bertransaksi ETF adalah cocok untuk investor pemula, Investasi yang otomatis terdiversifikasi (reksa dana), tidak perlu modal besar, dapat berfungsi sebagai instrumen investasi jangka panjang maupun trading harian, pengelolaan yang transparan, dan insentif pajak pada transaksi jual di pasar sekunder.
Lihat Juga :