Indonesia dan Denmark Kerja Sama Teknologi Baru Ketenagalistrikan
Kamis, 04 Maret 2021 - 16:33 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia dan Denmark meluncurkan Katalog Teknologi versi baru yang merupakan bagian dari Kemitraan Energi Pemerintah Indonesia-Denmark. Katalog ini merupakan pembaruan dari versi sebelumnya yang telah dirilis pada tahun 2017.
Koordinator Kerja Sama Ketenagalistrikan Senda Hurmuzan Kanam mengatakan, pemerintah mendukung Katalog Teknologi untuk menjadi rujukan dan membantu kegiatan pemodelan energi jangka panjang di Indonesia.
"Katalog Teknologi diharapkan dapat mendukung perencanaan energi yang baik dalam penentuan analisa manfaat berdasarkan biaya dan efisiensi kinerja. Perencanaan energi jangka panjang sangat bergantung pada prediksi harga dan kinerja dari teknologi energi masa depan yang akurat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021). ( Baca juga:Ditunjuk Jadi Komisaris PT KAI, Jangan Cemas! Bukan Hal Baru Bagi Said Aqil Siroj )
Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (RENSTRA) 2019-2024, Indonesia memiliki target untuk mencapai 23% penggunaan energi baru terbarukan dan 17% energi efisiensi.
"Tren pengembangan ketenagalistrikan hingga 2025 akan fokus pada peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan dengan total kapasitas yang akan dibangun hingga 2028 sekitar 16,7 GW. Di sisi lain, penggunaan energi fosil seperti PLTU tetap dimanfaatkan namun akan dikurangi penggunaannya secara perlahan," jelas Senda.
Koordinator Kerja Sama Ketenagalistrikan Senda Hurmuzan Kanam mengatakan, pemerintah mendukung Katalog Teknologi untuk menjadi rujukan dan membantu kegiatan pemodelan energi jangka panjang di Indonesia.
"Katalog Teknologi diharapkan dapat mendukung perencanaan energi yang baik dalam penentuan analisa manfaat berdasarkan biaya dan efisiensi kinerja. Perencanaan energi jangka panjang sangat bergantung pada prediksi harga dan kinerja dari teknologi energi masa depan yang akurat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021). ( Baca juga:Ditunjuk Jadi Komisaris PT KAI, Jangan Cemas! Bukan Hal Baru Bagi Said Aqil Siroj )
Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (RENSTRA) 2019-2024, Indonesia memiliki target untuk mencapai 23% penggunaan energi baru terbarukan dan 17% energi efisiensi.
"Tren pengembangan ketenagalistrikan hingga 2025 akan fokus pada peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan dengan total kapasitas yang akan dibangun hingga 2028 sekitar 16,7 GW. Di sisi lain, penggunaan energi fosil seperti PLTU tetap dimanfaatkan namun akan dikurangi penggunaannya secara perlahan," jelas Senda.
Lihat Juga :