Penerapan SVLK Jadi Pintu Masuk Genjot Ekspor Produk Kayu Olahan
Selasa, 19 Mei 2020 - 03:11 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada diungkapkan oleh Deputy Chief Mission (DCM) KBRI Tokyo Tri Purnajaya yang mengungkapkan, bahwa penanganan pasca Covid-19 perlu segera dirancang untuk pemulihan kinerja ekspor kayu olahan Indonesia. "Indonesia menjadi pemain penting dalam ekspor produk kayu olahan ke Jepang, dengan produk utama panel dan kertas. Dengan kondisi Covid-19 yang sudah mulai terkendali di Jepang, perlu disiapkan langkah-langkah riil untuk mendongkrak ekspor produk unggulan Indonesia tersebut,” tutur Tri.
Khusus untuk produk panel, kata Tri dalam beberapa tahun terakhir, industri panel di Jepang telah melakukan pengalihan bahan baku dari kayu tropis berdaun lebar ke kayu-kayu domestik yang banyak tumbuh di Jepang. "Salah satu strateginya, Indonesia perlu berinovasi dalam memproduksi panel untuk kebutuhan khusus di Jepang, agar dapat berkompetesi dengan panel yang diproduksi dengan bahan baku domestik Jepang,” jelas Tri.
Pemerintah dan masyarakat Jepang, sambungnya sangat peduli dengan produk-produk yang ramah lingkungan. “Pemerintah Jepang telah menerapkan Clean Wood Act mulai tahun 2018, yang menetapkan pengaturan bahwa kayu-kayu yang masuk ke Jepang hasrus memiliki kejelasan sumber dan legalitas. Karena itu, produk berbasis SVLK dari Indonesia sangat berpeluang diperluas pemasarannya di Jepang,” pungkas Tri.
Khusus untuk produk panel, kata Tri dalam beberapa tahun terakhir, industri panel di Jepang telah melakukan pengalihan bahan baku dari kayu tropis berdaun lebar ke kayu-kayu domestik yang banyak tumbuh di Jepang. "Salah satu strateginya, Indonesia perlu berinovasi dalam memproduksi panel untuk kebutuhan khusus di Jepang, agar dapat berkompetesi dengan panel yang diproduksi dengan bahan baku domestik Jepang,” jelas Tri.
Pemerintah dan masyarakat Jepang, sambungnya sangat peduli dengan produk-produk yang ramah lingkungan. “Pemerintah Jepang telah menerapkan Clean Wood Act mulai tahun 2018, yang menetapkan pengaturan bahwa kayu-kayu yang masuk ke Jepang hasrus memiliki kejelasan sumber dan legalitas. Karena itu, produk berbasis SVLK dari Indonesia sangat berpeluang diperluas pemasarannya di Jepang,” pungkas Tri.
(akr)
Lihat Juga :