Siap-Siap! Erick Thohir Bakal Siangi BUMN yang Berpendapatan Cilik
Jum'at, 05 Maret 2021 - 19:45 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan agar BUMN dengan revenue atau pendapatan di bawah Rp50 miliar akan diprivatisasi ke pihak swasta. Meski demikian, keinginan itu masih pada tahap gagasan di Kementerian BUMN.
Rencananya, pemerintah akan duduk bersama dengan lembaga legislatif dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kami di BUMN sedang memikirkan ini, memang harus dibacarakan dengan DPR dan BPK bahwa BUMN yang revenue-nya di bawah Rp50 miliar diswastakan sajalah," ujar Erick Kamis (5/3/2021). ( Baca juga:Proyek Baterai Kendaraan Listrik Bakal Bikin Bisnis Pom Bensin Koit )
Privatisasi BUMN yang merugi diperlukan dasar hukumnya. Erick menyebut, langkah itu perlu dilakukan agar perseroan tidak terlibat dalam proyek dengan nilai investasi yang kecil.
"Tapi tinggal secara segi hukumnya. Ini penting payung hukumnya. Toh BUMN ngapain main yang kecil-kecil, mendingan main yang gede-gede, yang puluhan triliun yang kita bisa juga menjadi garda terdepan bersaing dengan asing," katanya.
Saat ini Erick telah melakukan perampingan BUMN. Aksi tersebut sejalan dengan kinerja sebagian perseroan yang dinilai tidak menguntungkan bagi negara.
Rencananya, pemerintah akan duduk bersama dengan lembaga legislatif dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kami di BUMN sedang memikirkan ini, memang harus dibacarakan dengan DPR dan BPK bahwa BUMN yang revenue-nya di bawah Rp50 miliar diswastakan sajalah," ujar Erick Kamis (5/3/2021). ( Baca juga:Proyek Baterai Kendaraan Listrik Bakal Bikin Bisnis Pom Bensin Koit )
Privatisasi BUMN yang merugi diperlukan dasar hukumnya. Erick menyebut, langkah itu perlu dilakukan agar perseroan tidak terlibat dalam proyek dengan nilai investasi yang kecil.
"Tapi tinggal secara segi hukumnya. Ini penting payung hukumnya. Toh BUMN ngapain main yang kecil-kecil, mendingan main yang gede-gede, yang puluhan triliun yang kita bisa juga menjadi garda terdepan bersaing dengan asing," katanya.
Saat ini Erick telah melakukan perampingan BUMN. Aksi tersebut sejalan dengan kinerja sebagian perseroan yang dinilai tidak menguntungkan bagi negara.
Lihat Juga :