Presiden Jokowi Minta Baznas Gali Potensi Zakat RI Rp320 Triliun
Jum'at, 05 Maret 2021 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
Menurut hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS 2020, zakat berhasil mengentaskan 35% mustahik dan mentransformasikan 1.576 mustahik menjadi muzaki atau berpenghasilan di atas nishab zakat, Rp4,6 juta/KK/bulan. Ini menunjukkan efektivitas penyaluran zakat BAZNAS.
Visi BAZNAS menjadi lembaga pemerintah non-struktural untuk filantropi Islam terpercaya, kuat, dan modern. Serta misi menjadi lembaga pemerintah non-struktural yang aktif dalam menangani dampak Covid-19, sebagai upaya membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.
BAZNAS mengajak masyarakat menguatkan gotong royong membantu sesama sehingga potensi zakat nasional Rp320 triliun dapat segera terhimpun dan akan makin menguatkan peran masyarakat dalam pengentasan kemiskinan.
Gerakan Cinta Zakat juga menjadi arahan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin saat beraudiensi dengan pimpinan BAZNAS RI, dalam pertemuan daring via Zoom dari Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/2) lalu.
“Saya setuju gerakan saat Ramadan, Gerakan Cinta Zakat. Oleh karena itu, saya minta inovasi, terobosan-terobosan, bagaimana cara memungut zakat agar makin besar,” ujar Wapres.
Ma’ruf juga meminta BAZNAS agar terus menghasilkan hasil positif dengan produktivitas yang tinggi. Wapres juga berharap, BAZNAS dapat memperkuat peran dalam ekosistem ekonomi syariah yang sedang digalakkan presiden melalui Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS).
Gerakan Cinta Zakat yang dikampanyekan BAZNAS juga mendapat dukungan dari PBNU dan PP Muhammadiyah.
“PBNU berkomitmen mendukung program-program yang disinergikan. Ini terobosan sangat baik. Kami sangat mendukung program-program yang dilaksanakan dan terpenting untuk kepentingan memberdayakan umat melalui zakat,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, saat bertemu Pimpinan BAZNAS di Kantor PBNU, Jakarta, belum lama ini.
Visi BAZNAS menjadi lembaga pemerintah non-struktural untuk filantropi Islam terpercaya, kuat, dan modern. Serta misi menjadi lembaga pemerintah non-struktural yang aktif dalam menangani dampak Covid-19, sebagai upaya membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.
BAZNAS mengajak masyarakat menguatkan gotong royong membantu sesama sehingga potensi zakat nasional Rp320 triliun dapat segera terhimpun dan akan makin menguatkan peran masyarakat dalam pengentasan kemiskinan.
Gerakan Cinta Zakat juga menjadi arahan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin saat beraudiensi dengan pimpinan BAZNAS RI, dalam pertemuan daring via Zoom dari Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/2) lalu.
“Saya setuju gerakan saat Ramadan, Gerakan Cinta Zakat. Oleh karena itu, saya minta inovasi, terobosan-terobosan, bagaimana cara memungut zakat agar makin besar,” ujar Wapres.
Ma’ruf juga meminta BAZNAS agar terus menghasilkan hasil positif dengan produktivitas yang tinggi. Wapres juga berharap, BAZNAS dapat memperkuat peran dalam ekosistem ekonomi syariah yang sedang digalakkan presiden melalui Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS).
Gerakan Cinta Zakat yang dikampanyekan BAZNAS juga mendapat dukungan dari PBNU dan PP Muhammadiyah.
“PBNU berkomitmen mendukung program-program yang disinergikan. Ini terobosan sangat baik. Kami sangat mendukung program-program yang dilaksanakan dan terpenting untuk kepentingan memberdayakan umat melalui zakat,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, saat bertemu Pimpinan BAZNAS di Kantor PBNU, Jakarta, belum lama ini.
Lihat Juga :