Presiden Jokowi Minta Baznas Gali Potensi Zakat RI Rp320 Triliun
Jum'at, 05 Maret 2021 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan niat yang baik dan tulus ikhlas, saya yakin terutama karena kepercayaan masyarakat yang tinggi, orang yang menitipkan zakatnya ke BAZNAS dan mereka puas, mustahik tepat sasaran, maka BAZNAS akan semakin besar dan menjadi pilihan utama bagi orang untuk berzakat,” tutur Said Aqil.
Sambutan positif juga ditunjukkan PP Muhammadiyah saat bertemu pimpinan BAZNAS. Sinergi akan diimplementasikan dalam bentuk program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan usaha kecil, bantuan untuk para mubalig, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), bantuan beasiswa, dan kesehatan untuk dhuafa.
“Terobosan sangat bagus dan kami sangat mengapresiasi. Kerja sama penyaluran pilihan yang tepat, karena BAZNAS punya jaringan, sehingga nanti tidak ada kesan BAZNAS tidak bersinergi. Sesuatu yang sangat kami dukung dan mudah-mudahan awal yang sangat baik bagi kita untuk bisa memberdayakan umat melalui zakat,” papar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.
Baca Juga : Butuh Bantuan, Rumah Zakat Bidik 2,5 Juta Penerima Manfaat
Merespons arahan Presiden dan Wapres dalam meningkatkan manfaat zakat untuk umat, BAZNAS akan menggandeng organisasi masyarakat, MUI, dan LAZ sebagai mitra penyaluran, lalu dalam peningkatan penghimpunan, BAZNAS akan mengoptimalisasi pengelolaan zakat di kalangan ASN kementerian, lembaga negara, dan BUMN.
Selain mengampanyekan Gerakan Cinta Zakat, BAZNAS berusaha untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dalam strategi penghimpunan, penyaluran, pengendalian dan pelaporan sehingga pengelolaan zakat dapat efektif dan efisien.
BAZNAS dalam pengelolaan zakat mengedepankan transparansi, menjalankan prinsip-prinsip akuntabilitas sesuai perundangan yang berlaku, dan diaudit oleh kantor akuntan publik yang independen. Selain mengacu pada perundangan, BAZNAS juga menguatkan asas kepatuhan syariah pada seluruh pengelola zakat di Indonesia sehingga pengelolaan zakat dapat dipertanggungjawabkan.
Sambutan positif juga ditunjukkan PP Muhammadiyah saat bertemu pimpinan BAZNAS. Sinergi akan diimplementasikan dalam bentuk program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan usaha kecil, bantuan untuk para mubalig, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), bantuan beasiswa, dan kesehatan untuk dhuafa.
“Terobosan sangat bagus dan kami sangat mengapresiasi. Kerja sama penyaluran pilihan yang tepat, karena BAZNAS punya jaringan, sehingga nanti tidak ada kesan BAZNAS tidak bersinergi. Sesuatu yang sangat kami dukung dan mudah-mudahan awal yang sangat baik bagi kita untuk bisa memberdayakan umat melalui zakat,” papar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.
Baca Juga : Butuh Bantuan, Rumah Zakat Bidik 2,5 Juta Penerima Manfaat
Merespons arahan Presiden dan Wapres dalam meningkatkan manfaat zakat untuk umat, BAZNAS akan menggandeng organisasi masyarakat, MUI, dan LAZ sebagai mitra penyaluran, lalu dalam peningkatan penghimpunan, BAZNAS akan mengoptimalisasi pengelolaan zakat di kalangan ASN kementerian, lembaga negara, dan BUMN.
Selain mengampanyekan Gerakan Cinta Zakat, BAZNAS berusaha untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dalam strategi penghimpunan, penyaluran, pengendalian dan pelaporan sehingga pengelolaan zakat dapat efektif dan efisien.
BAZNAS dalam pengelolaan zakat mengedepankan transparansi, menjalankan prinsip-prinsip akuntabilitas sesuai perundangan yang berlaku, dan diaudit oleh kantor akuntan publik yang independen. Selain mengacu pada perundangan, BAZNAS juga menguatkan asas kepatuhan syariah pada seluruh pengelola zakat di Indonesia sehingga pengelolaan zakat dapat dipertanggungjawabkan.
(her)
Lihat Juga :