Pandemi Covid-19 Berlarut, Pembangunan Kingland Avenue Dikebut
Sabtu, 06 Maret 2021 - 09:45 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak mengubah komitmen pengembang PT Hong Kong Kingland untuk menghadirkan proyek properti berkualitas serta delivery tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan kepada konsumen. Buktinya, Hong Kong Kingland berani menggelar ground breaking ceremony pembangunan University Space & Retail yang merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Kingland Avenue Apartment, di Jalan Raya Serpong KM 8, Tangerang, Banten, pada Jumat kemarin (5/3).
Acara seremonial tersebut ditandai dengan pemasangan bored pile perdana yang disaksikan langsung oleh President Director Kingland Avenue, Timothy Chang. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa kami selaku developer selalu memprioritaskan kepentingan dan kebutuhan konsumen, sekaligus sebagai wujud nyata komitmen perseroan dalam mempersembahkan konsep integrated living dalam kawasan Kingland Avenue,” ungkap Timothy Chang, usai ground breaking University Space & Retail. ( Baca juga:Bisnisnya Menggurita, Ini Deretan Konglomerat Real Estate Terbesar di Dunia )
Selain itu, lanjut dia, pemasangan bored pile perdana sebagai awal pembangunan area komersial serta kampus tersebut juga membuktikan pembangunan konstruksi proyek Kingland Avenue tetap berjalan meski dalam situasi pandemi Covid–19. “Karena itu, konsumen tidak perlu khawatir proses pembangunan akan molor atau mangkrak. Bahkan, kami berani menjamin bahwa serah terima unit bisa dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.
Dia juga menegaskan, saat ini merupakan momentum penting untuk mempercepat pembangunan proyek dan menggenjot pemasaran seiring dengan kondisi pasar yang mulai menggeliat. Apalagi, sektor perbankan belakangan banyak menawarkan kemudahan kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan down payment (DP/uang muka) serta bunga angsuran yang cukup ringan.
“Bahkan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi melalui penghapusan PPnBM 10% serta pelonggaran ketentuan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) oleh Bank Indonesia hingga 100%. Ini artinya, konsumen tidak perlu lagi menyiapkan DP KPR/KPA untuk kepemilikan hunian pertama,” ungkap Timothy.
Pada kesempatan yang sama, Executive Director PT Hong Kong Kingland, Jiko Tandijono mengatakan, penghapusan PPnBM juga akan memacu gairah pasar. Dengan kebijakan tersebut, daya beli masyarakat akan terkerek naik seiring harga hunian yang semakin terjangkau.
“Penghapusan PPnBM seperti diskon harga khusus bertujuan mendongkrak daya beli masyarakat,” ujar Jiko, sapaan akrabnya.
Acara seremonial tersebut ditandai dengan pemasangan bored pile perdana yang disaksikan langsung oleh President Director Kingland Avenue, Timothy Chang. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa kami selaku developer selalu memprioritaskan kepentingan dan kebutuhan konsumen, sekaligus sebagai wujud nyata komitmen perseroan dalam mempersembahkan konsep integrated living dalam kawasan Kingland Avenue,” ungkap Timothy Chang, usai ground breaking University Space & Retail. ( Baca juga:Bisnisnya Menggurita, Ini Deretan Konglomerat Real Estate Terbesar di Dunia )
Selain itu, lanjut dia, pemasangan bored pile perdana sebagai awal pembangunan area komersial serta kampus tersebut juga membuktikan pembangunan konstruksi proyek Kingland Avenue tetap berjalan meski dalam situasi pandemi Covid–19. “Karena itu, konsumen tidak perlu khawatir proses pembangunan akan molor atau mangkrak. Bahkan, kami berani menjamin bahwa serah terima unit bisa dilaksanakan tepat waktu,” tegasnya.
Dia juga menegaskan, saat ini merupakan momentum penting untuk mempercepat pembangunan proyek dan menggenjot pemasaran seiring dengan kondisi pasar yang mulai menggeliat. Apalagi, sektor perbankan belakangan banyak menawarkan kemudahan kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan down payment (DP/uang muka) serta bunga angsuran yang cukup ringan.
“Bahkan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi melalui penghapusan PPnBM 10% serta pelonggaran ketentuan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) oleh Bank Indonesia hingga 100%. Ini artinya, konsumen tidak perlu lagi menyiapkan DP KPR/KPA untuk kepemilikan hunian pertama,” ungkap Timothy.
Pada kesempatan yang sama, Executive Director PT Hong Kong Kingland, Jiko Tandijono mengatakan, penghapusan PPnBM juga akan memacu gairah pasar. Dengan kebijakan tersebut, daya beli masyarakat akan terkerek naik seiring harga hunian yang semakin terjangkau.
“Penghapusan PPnBM seperti diskon harga khusus bertujuan mendongkrak daya beli masyarakat,” ujar Jiko, sapaan akrabnya.
Lihat Juga :