Mulai dari Proyek 35 Ribu MW hingga Investasi Jadi Kendala Pengembangan Energi Terbarukan
Senin, 08 Maret 2021 - 12:16 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, pemerintah tengah menyiasati hal ini supaya energi baru bisa tetap masuk sesuai dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai target bauran energi dan penurunan emisi rumah kaca.
"Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dalam 10 tahun ke depan, sedang kita bahas. Secara rinci bagaimana peluang dari energi baru terbarukan ini bisa masuk. Untuk itu memang memerlukan upaya bersama antara pelaku," jelasnya.
Arifin menuturkan, dunia juga sudah bergerak menuju energi bersih terbarukan, bahkan sudah ada pernyataan dari berbagai negara. Eropa menyatakan bahwa 2040 akan bebas dari pemakaian energi fosil, Jepang pada tahun 2050, dan China pada tahun 2060. Untuk itu, Indonesia harus segera menyusun strategi untuk bisa mengarah ke energi terbarukan.
Menurut dia, saat ini yang menjadi kendala juga adalah investasi. Jika semua negara berlomba-lomba berinvestasi di sektor energi terbarukan, maka nanti yang akan menjadi kompetisi adalah masalah pendanaan. ( Baca juga:Tiba di Kemenkumham, AHY Tegaskan KLB Demokrat Deliserdang Tidak Sah )
"Karena untuk merealisasikan proyek-proyek energi terbarukan ini juga skala besar. Tentu saja membutuhkan tenaga dan pendanaan yang tinggi. Kompetisi ini juga harus kita antisipasi, bagaimana kita bisa membuat investor tertarik masuk ke Indonesia," tandasnya.
"Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dalam 10 tahun ke depan, sedang kita bahas. Secara rinci bagaimana peluang dari energi baru terbarukan ini bisa masuk. Untuk itu memang memerlukan upaya bersama antara pelaku," jelasnya.
Arifin menuturkan, dunia juga sudah bergerak menuju energi bersih terbarukan, bahkan sudah ada pernyataan dari berbagai negara. Eropa menyatakan bahwa 2040 akan bebas dari pemakaian energi fosil, Jepang pada tahun 2050, dan China pada tahun 2060. Untuk itu, Indonesia harus segera menyusun strategi untuk bisa mengarah ke energi terbarukan.
Menurut dia, saat ini yang menjadi kendala juga adalah investasi. Jika semua negara berlomba-lomba berinvestasi di sektor energi terbarukan, maka nanti yang akan menjadi kompetisi adalah masalah pendanaan. ( Baca juga:Tiba di Kemenkumham, AHY Tegaskan KLB Demokrat Deliserdang Tidak Sah )
"Karena untuk merealisasikan proyek-proyek energi terbarukan ini juga skala besar. Tentu saja membutuhkan tenaga dan pendanaan yang tinggi. Kompetisi ini juga harus kita antisipasi, bagaimana kita bisa membuat investor tertarik masuk ke Indonesia," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :