Menkeu Akui Beban Kaum Wanita Bertambah Efek Corona
Selasa, 09 Maret 2021 - 08:23 WIB
loading...
Pelaku UMKM perempuan. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, di Indonesia pandemi corona (Covid-19) benar-benar mempengaruhi kehidupan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.
Terutama bagi perempuan, Covid-19 sangat berkaitan dengan aktivitas perekonomian yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan rumah tangga, di mana perempuan banyak yang menjadi penggerak maupun bekerja di bidang tersebut.
“Virus corona tidak hanya mempengaruhi aktivitas ekonomi, namun juga menciptakan beban yang sangat besar di tingkat rumah tangga dan itu berarti perempuan akan memikul sebagian besar beban itu,” jelas Menkeu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (9/3/2021).
Baca juga: Jadi Kelompok Rentan COVID-19, Pemenuhan Nutrisi dan Vaksin bagi Lansia Harus Optimal
Menkeu menjelaskan bahkan sebelum Covid-19, perempuan juga memiliki kondisi yang tidak mudah dalam hal akses keuangan. Mereka jauh lebih sulit untuk mengakses permodalan baik terutama dari perbankan atau lembaga keuangan formal. Mereka juga kurang melek finansial apalagi jika digabungkan dengan teknologi digital .
Terutama bagi perempuan, Covid-19 sangat berkaitan dengan aktivitas perekonomian yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan rumah tangga, di mana perempuan banyak yang menjadi penggerak maupun bekerja di bidang tersebut.
“Virus corona tidak hanya mempengaruhi aktivitas ekonomi, namun juga menciptakan beban yang sangat besar di tingkat rumah tangga dan itu berarti perempuan akan memikul sebagian besar beban itu,” jelas Menkeu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (9/3/2021).
Baca juga: Jadi Kelompok Rentan COVID-19, Pemenuhan Nutrisi dan Vaksin bagi Lansia Harus Optimal
Menkeu menjelaskan bahkan sebelum Covid-19, perempuan juga memiliki kondisi yang tidak mudah dalam hal akses keuangan. Mereka jauh lebih sulit untuk mengakses permodalan baik terutama dari perbankan atau lembaga keuangan formal. Mereka juga kurang melek finansial apalagi jika digabungkan dengan teknologi digital .
Lihat Juga :