Samudera Indonesia Dukung Riset Inovasi Kapal Mini LNG
Selasa, 09 Maret 2021 - 10:50 WIB
loading...
Penandatanganan MoU antara PT Samudera Indonesia Tbk, BPPT dan ITS mengenai riset inovasi kapal mini LNG di di kantor Pusat BPPT, Senin (8/3/2021). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Samudera Indonesia Tbk bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendukung riset inovasi kapal mini LNG. Harapannya, dengan inovasi ini biaya logistik untuk pengangkutan LNG bisa lebih kompetitif dan terjangkau secara ekonomi.
Penandatanganan MoU dilakukan pada Senin (8/3) di kantor Pusat BPPT oleh Direktur Utama Samudera Indonesia Bani M Mulia. Dalam sambutannya, Bani mengatakan bahwa kapal ini akan menjadi solusi untuk kondisi logistik di Indonesia.
Baca Juga: Tak Kompetitif, Pemerintah Ingin Biaya Logistik Ditekan Jadi 17% PDB
"Selain menjadi karya anak bangsa, kapal ini tentu akan menjadi solusi yang tepat untuk kondisi logistik di Indonesia dan dapat diimplementasikan dengan cepat tanpa menunggu pembangunan infrastruktur lain seperti pelabuhan, dermaga, dan storage," ungkap Bani dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).
Fokus utama pembangunan kapal ini menurutnya adalah tercapainya biaya distribusi yang kompetitif dan terjangkau. Dengan demikian, pada akhirnya energi alternatif seperti LNG dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di pelosok Indonesia.
Penandatanganan MoU dilakukan pada Senin (8/3) di kantor Pusat BPPT oleh Direktur Utama Samudera Indonesia Bani M Mulia. Dalam sambutannya, Bani mengatakan bahwa kapal ini akan menjadi solusi untuk kondisi logistik di Indonesia.
Baca Juga: Tak Kompetitif, Pemerintah Ingin Biaya Logistik Ditekan Jadi 17% PDB
"Selain menjadi karya anak bangsa, kapal ini tentu akan menjadi solusi yang tepat untuk kondisi logistik di Indonesia dan dapat diimplementasikan dengan cepat tanpa menunggu pembangunan infrastruktur lain seperti pelabuhan, dermaga, dan storage," ungkap Bani dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).
Fokus utama pembangunan kapal ini menurutnya adalah tercapainya biaya distribusi yang kompetitif dan terjangkau. Dengan demikian, pada akhirnya energi alternatif seperti LNG dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di pelosok Indonesia.
Lihat Juga :