Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Rabu, 10 Maret 2021 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, impor beras yang dilakukan pemerintah tidak ada urgensinya. Sebab, biasanya importasi itu dilakukan ketika harga cenderung meningkat.
Baca juga: Lesu, Penyaluran FLPP Baru 1.840 Unit Hingga Maret
"Situasinya ini nggak ada urgensinya untuk melakukan importasi. Aneh pemerintah melakukan impor sebagai iron stock. Padahal, statement badan ketahanan pangan mengatakan bahwa beras lagi surplus," ungkapnya.
Dia menambahkan, jika pemerintahan beralasan impor untuk cadangan, seharusnya pemerintah menyerap beras dari para petani. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian di desa. "Dengan adanya impor akan membuat harga semakin turun lagi. hal ini memukul para petani lebih dalam lagi," tandasnya.
Baca juga: Lesu, Penyaluran FLPP Baru 1.840 Unit Hingga Maret
"Situasinya ini nggak ada urgensinya untuk melakukan importasi. Aneh pemerintah melakukan impor sebagai iron stock. Padahal, statement badan ketahanan pangan mengatakan bahwa beras lagi surplus," ungkapnya.
Dia menambahkan, jika pemerintahan beralasan impor untuk cadangan, seharusnya pemerintah menyerap beras dari para petani. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian di desa. "Dengan adanya impor akan membuat harga semakin turun lagi. hal ini memukul para petani lebih dalam lagi," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :