Keran Impor Beras Dibuka Bisa Menyebabkan Kerugian Negara
Rabu, 10 Maret 2021 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Dituturkan, kedepan dalam rapat bersama dengan Kementan, pihaknya akan mendalami soal produksi beras dalam negeri. "Kalau memang ada barangnya kenapa tidak bersuara. Inikan kasihan petani kita," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menuturkan, rencana impor beras satu juta ton untuk cadangan pemerintah dan Bulog, mengindikasikan pemerintah tidak percaya diri dengan pasokan dari dalam negeri.
Menurut Uchok, merujuk jumlah produksi yang meningkat tahun 2020 kemarin, beras hasil panen petani yang sebentar lagi datang, masih akan mencukupi untuk tiga bulan ke depan. Seharusnya, ujar Uchok, alih-alih impor, Bulog seharusnya diberdayakan untuk optimal menyerap beras dari
“Mungkin, karena pasar tahu Bulog sedang butuh buat isi gudangnya, harga beras bisa mahal. Nah, kalau impor kan gak pakai uang pemerintah, uang importir - importir tersebut. Tapi yang untung kan importir-importir itu,” tuturnya.
Uchok berpendapat, politik perberasan nasional itu adalah menjaga pasokan beras untuk masyaraat perkotaan. Sebagai makanan pokok yang harus dibeli masyarakat, jika beras langka, maka jalannya pemerintahan dikhawatirkan akan terganggu. “Nah, hal ini yang bisa jadi alasan dari para mafia impor untuk mendorong pemerintah untuk melakukan impor beras,” katanya.
Terhadap stok beras, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berpendapat, stok pangan dalam negeri cukup baik. "Stok pangan di tengah pandemi menurut data dari BPS kita cukup. Kita memasuki momen-momen panen raya," katanya saat melakukan kunjungan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jumat (5/3/2021).
Dituturkan, kedepan dalam rapat bersama dengan Kementan, pihaknya akan mendalami soal produksi beras dalam negeri. "Kalau memang ada barangnya kenapa tidak bersuara. Inikan kasihan petani kita," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menuturkan, rencana impor beras satu juta ton untuk cadangan pemerintah dan Bulog, mengindikasikan pemerintah tidak percaya diri dengan pasokan dari dalam negeri.
Menurut Uchok, merujuk jumlah produksi yang meningkat tahun 2020 kemarin, beras hasil panen petani yang sebentar lagi datang, masih akan mencukupi untuk tiga bulan ke depan. Seharusnya, ujar Uchok, alih-alih impor, Bulog seharusnya diberdayakan untuk optimal menyerap beras dari
“Mungkin, karena pasar tahu Bulog sedang butuh buat isi gudangnya, harga beras bisa mahal. Nah, kalau impor kan gak pakai uang pemerintah, uang importir - importir tersebut. Tapi yang untung kan importir-importir itu,” tuturnya.
Uchok berpendapat, politik perberasan nasional itu adalah menjaga pasokan beras untuk masyaraat perkotaan. Sebagai makanan pokok yang harus dibeli masyarakat, jika beras langka, maka jalannya pemerintahan dikhawatirkan akan terganggu. “Nah, hal ini yang bisa jadi alasan dari para mafia impor untuk mendorong pemerintah untuk melakukan impor beras,” katanya.
Terhadap stok beras, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berpendapat, stok pangan dalam negeri cukup baik. "Stok pangan di tengah pandemi menurut data dari BPS kita cukup. Kita memasuki momen-momen panen raya," katanya saat melakukan kunjungan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jumat (5/3/2021).
(akr)
Lihat Juga :