Tesla Ketakutan Kekurangan Bahan Baterai Mobil Listrik, Dicari Tambang Nikel Potensial
Sabtu, 13 Maret 2021 - 05:32 WIB
loading...
A
A
A
Vale mengatakan, kesepakatan itu akan "memungkinkan operasional berlanjut dengan jalur yang berkelanjutan untuk masa depan, melestarikan pekerjaan dan memberikan nilai ekonomi ke negara".
Baca Juga: Bukan Tesla, Diam-diam RI Rayu Mazda Bangun Pabrik di RI
Sementara itu Tesla tidak akan memiliki saham ekuitas, kemitraannya di tambang memberinya kendali yang lebih besar atas rantai pasokan baterai listriknya karena meningkatkan produksi.
Tambang Nikel sebagian besar berada di Rusia, Kanada, New Caledonia dan Indonesia, terutama digunakan untuk membuat stainless steel. Tetapi pertumbuhan kendaraan listrik telah menambahkan sumber permintaan baru untuk logam.
Ekstraksi nikel, terutama penggunaan tenaga batu bara memunculkan dampak lingkungan dan kesehatan, hingga membuat tambang telah dikritik berulang kali oleh penggiat lingkungan. Kesepakatan menyerukan standar lingkungan yang diperkuat dan menetapkan target agar kompleks pertambangan menjadi netral karbon pada tahun 2040.
Baca Juga: Bukan Tesla, Diam-diam RI Rayu Mazda Bangun Pabrik di RI
Sementara itu Tesla tidak akan memiliki saham ekuitas, kemitraannya di tambang memberinya kendali yang lebih besar atas rantai pasokan baterai listriknya karena meningkatkan produksi.
Tambang Nikel sebagian besar berada di Rusia, Kanada, New Caledonia dan Indonesia, terutama digunakan untuk membuat stainless steel. Tetapi pertumbuhan kendaraan listrik telah menambahkan sumber permintaan baru untuk logam.
Ekstraksi nikel, terutama penggunaan tenaga batu bara memunculkan dampak lingkungan dan kesehatan, hingga membuat tambang telah dikritik berulang kali oleh penggiat lingkungan. Kesepakatan menyerukan standar lingkungan yang diperkuat dan menetapkan target agar kompleks pertambangan menjadi netral karbon pada tahun 2040.
(akr)
Lihat Juga :