Tesla Ketakutan Kekurangan Bahan Baterai Mobil Listrik, Dicari Tambang Nikel Potensial

Sabtu, 13 Maret 2021 - 05:32 WIB
loading...
Tesla Ketakutan Kekurangan Bahan Baterai Mobil Listrik, Dicari Tambang Nikel Potensial
Tesla telah memutuskan untuk menjadi mitra teknis di dalam tambang nikel, yang diperlukan sebagai bahan baku membuat baterai lithium-ion yang menggerakkan mobil listrik. Foto/Dok
A A A
CALIFORNIA - Tesla telah memutuskan untuk menjadi mitra teknis di dalam tambang nikel , yang diperlukan sebagai bahan baku membuat baterai lithium-ion yang menggerakkan mobil listrik. Perusahaan mobil milik Elon Musk juga akan membeli nikel dari tambang Goro di pulau kecil Pasifik New Caledonia untuk mengamankan pasokan jangka panjangnya.

Baca Juga: Teknologi Mobil Otonom Tesla Tak Sesuai Sesumbar Elon Musk

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang persediaan nikel di masa depan. New Caledonia merupakan, produsen nikel terbesar keempat di dunia yang telah pergerakan harga nikel reli 26% dalam setahun terakhir. "Nikel menjadi perhatian terbesar kami untuk meningkatkan produksi sel lithium-ion," kata Musk di Twitter bulan lalu.

New Caledonia merupakan wilayah luar negeri Prancis, meskipun telah mencuat seruan untuk merdeka. Cadangan nikel besar mili New Caledonia sangat penting bagi ekonomi lokal, dan tambang Goro, di selatan pulau berpotensi menjadi salah satu produsen nikel terbesar di dunia.

Pada bulan Desember, pemilik raksasa pertambangan asal Brasil, Vale dan negara Prancis, mencoba menjualnya kepada pedagang komoditas Swiss Trafigura. Warga lantas marah terkait hilangnya kepemilikan dan kontrol lokal sehingga memicu runtuhnya pemerintahan New Caledonia dan menyebabkan pekerja melakukan pemogokan.

Lalu muncul kesepakatan baru yang disepakati oleh kelompok pro-kemerdekaan, partai loyalis dan penduduk asli Kanaks yang akan menjual tambang ke konsorsium yang saat ini mencakup karyawan serta tiga provinsi regional. Trafigura hanya akan memegang kendali 19%.



Tesla kemudian akan terlibat dalam "kemitraan teknis dan industri" untuk membantu standar produk dan keberlanjutan bersama dengan mengambil nikel untuk produksi baterainya, sesuai dengan perjanjian. Ini akan memainkan peran konsultan teknis dalam desain dan peningkatan proses manufaktur.

Vale mengatakan, kesepakatan itu akan "memungkinkan operasional berlanjut dengan jalur yang berkelanjutan untuk masa depan, melestarikan pekerjaan dan memberikan nilai ekonomi ke negara".

Baca Juga: Bukan Tesla, Diam-diam RI Rayu Mazda Bangun Pabrik di RI

Sementara itu Tesla tidak akan memiliki saham ekuitas, kemitraannya di tambang memberinya kendali yang lebih besar atas rantai pasokan baterai listriknya karena meningkatkan produksi.

Tambang Nikel sebagian besar berada di Rusia, Kanada, New Caledonia dan Indonesia, terutama digunakan untuk membuat stainless steel. Tetapi pertumbuhan kendaraan listrik telah menambahkan sumber permintaan baru untuk logam.

Ekstraksi nikel, terutama penggunaan tenaga batu bara memunculkan dampak lingkungan dan kesehatan, hingga membuat tambang telah dikritik berulang kali oleh penggiat lingkungan. Kesepakatan menyerukan standar lingkungan yang diperkuat dan menetapkan target agar kompleks pertambangan menjadi netral karbon pada tahun 2040.
(akr)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2597 seconds (11.97#12.26)