Bidik Pasar Jepang, Produk UMKM Asal Sulawesi Utara Mejeng di Japan Fodex 2021
Sabtu, 13 Maret 2021 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, Indonesia dan Jepang saat ini terikat dalam beberapa perjanjian perdagangan baik bilateral maupun regional. Dalam level bilateral Indonesia dan Jepang misalnya, terjalin dalam kerja sama IJ-EPA. Sedangkan di kerja sama regional keduanya terjalin dalam ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
“Ada banyak perjanjian perdagangan yang sudah kita tandatangani dan sedang kita lanjutkan perundingannya. Saya berharap bahwa UMKM daerah bisa terinformasi dengan baik dan kemudian aktif memanfaatkan perjanjian perdagangan ini,” tambah Wamendag.
Pasar Jepang sendiri cukup menyukai hasil produk Sulut. Yang paling terkenal tentu saja adalah ikan tuna segar yang menjadi bahan sashimi, sushi, dan lain-lain. ( Baca juga:Awas Sertifikat Tanah Palsu, Sudah 40 Kasus di Jawa Timur )
Wamendag Jerry Sambuaga mengharapkan ada diversifikasi produk yang bisa menjadi andalan ke Jepang. Oleh karena itu, menurut Wamen millenial itu, pelaku perlu melihat karakter konsumen Jepang. Selain itu, dengan adanya pandemi, ia melihat produk-produk alami dan sehat akan makin banyak diminati.
“Kita perlu meningkatkan kemampuan dalam pemasaran, khususnya dalam merekam karakter konsumen serta data-data perilaku mereka. Ini penting agar produk kita bisa tepat sasaran dan makin diterima,” tutup Wamendag.
“Ada banyak perjanjian perdagangan yang sudah kita tandatangani dan sedang kita lanjutkan perundingannya. Saya berharap bahwa UMKM daerah bisa terinformasi dengan baik dan kemudian aktif memanfaatkan perjanjian perdagangan ini,” tambah Wamendag.
Pasar Jepang sendiri cukup menyukai hasil produk Sulut. Yang paling terkenal tentu saja adalah ikan tuna segar yang menjadi bahan sashimi, sushi, dan lain-lain. ( Baca juga:Awas Sertifikat Tanah Palsu, Sudah 40 Kasus di Jawa Timur )
Wamendag Jerry Sambuaga mengharapkan ada diversifikasi produk yang bisa menjadi andalan ke Jepang. Oleh karena itu, menurut Wamen millenial itu, pelaku perlu melihat karakter konsumen Jepang. Selain itu, dengan adanya pandemi, ia melihat produk-produk alami dan sehat akan makin banyak diminati.
“Kita perlu meningkatkan kemampuan dalam pemasaran, khususnya dalam merekam karakter konsumen serta data-data perilaku mereka. Ini penting agar produk kita bisa tepat sasaran dan makin diterima,” tutup Wamendag.
(uka)
Lihat Juga :