Defisit APBN Capai Rp1.028,5 Triliun, DPR Ingatkan Skandal BLBI dan Century

Selasa, 19 Mei 2020 - 17:23 WIB
loading...
Defisit APBN Capai Rp1.028,5...
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 akan melebar menjadi Rp1.028,5 triliun atau mencapai 6,27% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya dalam Perpres 54/2020 yang sebesar Rp852,9 triliun atau 5,07% dari PDB.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan mengatakan, pernyataan Menkeu sangat mengagetkan publik karena defisit APBN terus membengkak.

"Awalnya di APBN 2020, defisit hanya dipatok Rp307,2 triliun atau 1,76% dari PDB. Namun dalam Perpres 54 tahun 2020, dengan alasan pandemi Covid-19, dinaikkan menjadi Rp852,9 triliun atau 5,07% dari PDB. Padahal bisa dikatakan Perpres 54/2020 baru kemarin sore dikeluarkan. Bahkan baru saja dibahas di DPR," ujar Heri Gunawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Sebagai wakil rakyat, kata Heri, Komisi XI awalnya dapat memaklumi naiknya defisit semula menjadi Rp852,9 triliun karena untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi dampak Covid-19.

"Namun tiba-tiba, Sri Mulyani mengubahnya lagi. Kali ini defisit membengkak hingga Rp1.028,5 triliun atau 6,27% dari PDB. Angka defisit cepat sekali berubahnya. Patut dicurigai apa yang mendasari peningkatan defisit tersebut. Angkanya pun fantastis," urainya.

Heri pun mengingatkan kasus BLBI dan bailout Bank Century yang angkanya juga cepat berubah-ubah. "Jangan sampai skenario ini membuka celah terulangnya kedua megaskandal tersebut. Sebab, di sisi lain, BI juga sudah disiapkan sebagai calon pembeli SBN pemerintah," tuturnya. Baca: Misbakhun Ingatkan Menkeu Tak Seenaknya Ubah Postur APBN

Dalam hal ini, menurut Heri, pemerintah perlu diingatkan. Sebab, pembobolan paling mudah dilakukan adalah saat terjadinya krisis. "Masih hangat di pikiran kita saat krisis 1997/1998 yang melahirkan megaskandal BLBI. Krisis 2008 melahirkan skandal Bank Century. Modusnya sama, mengubah-ubah angka," paparnya.

Dirinya heran negara dengan mudahnya mengubah proyeksi angka-angka. Kondisi ini, menurut Heri, bisa mengindikasikan dua hal. Pertama, Sri Mulyani makin tidak kompeten sebagai Menteri Keuangan. Kedua, ada kekuatan besar yang ingin mengeruk keuntungan dari keuangan negara di tengah kekacauan situasi saat ini.

"Tentu ini harus diwaspadai. Jangan sampai pandemi Covid-19 hanya dijadikan Kuda Troya untuk mewujudkan agenda-agenda terselubung kelompok tertentu. Kasihan rakyat. Sudah berapa uang negara yang berasal dari pajak dihabiskan di tengah pandemi ini," tuturnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Rupiah Jeblok ke Rekor...
Rupiah Jeblok ke Rekor Terendah, Ekonomi RI dalam Bahaya?
Defisit Rp240,1 Triliun,...
Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut APBN Tumbuh Ekspansif hingga Maret 2026
Purbaya Bawa Kabar Gembira...
Purbaya Bawa Kabar Gembira dari Washington: S&P Pertahankan Rating RI Tetap Triple B
Kebijakan WFH ASN Berpotensi...
Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat APBN Capai Rp6,2 Triliun
Istana Pastikan Tak...
Istana Pastikan Tak Potong Anggaran MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih
Polemik Anggaran MBG...
Polemik Anggaran MBG Kental Nuansa Politik, Pengamat Kebijakan Publik: Secara Prosedural Sudah Disepakati DPR
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved