Laba PT PP Sepanjang Tahun 2020 Anjlok 84%
Kamis, 18 Maret 2021 - 07:41 WIB
loading...
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan penurunan laba sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih lebih rendah 84,28%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan penurunan laba sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp128,75 miliar atau lebih rendah 84,28 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp819,46 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Perseroan di kuartal IV-2020 tercatat sebesar Rp15,83 triliun atau turun 32,84% dari tahun sebelumnya sebesar Rp23,57 triliun, dengan laba per saham dasar Rp21.
Baca Juga: PT PP Optimistis Raih Kontrak Baru Rp30,1 Triliun
Adapun pendapatan usaha Perseroan terdiri atas jasa konstruksi, properti dan realti, EPC, pracetak, persewaan peralatan, energi dan pendapatan keuangan atas konstruksi dari konsesi aset keuangan.
Pendapatan jasa konstruksi tercatat Rp12,24 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp18,53 triliun; properti dan realti tercatat Rp2,22 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp1,64 triliun; EPC tercatat Rp956,14 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,93 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Perseroan di kuartal IV-2020 tercatat sebesar Rp15,83 triliun atau turun 32,84% dari tahun sebelumnya sebesar Rp23,57 triliun, dengan laba per saham dasar Rp21.
Baca Juga: PT PP Optimistis Raih Kontrak Baru Rp30,1 Triliun
Adapun pendapatan usaha Perseroan terdiri atas jasa konstruksi, properti dan realti, EPC, pracetak, persewaan peralatan, energi dan pendapatan keuangan atas konstruksi dari konsesi aset keuangan.
Pendapatan jasa konstruksi tercatat Rp12,24 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp18,53 triliun; properti dan realti tercatat Rp2,22 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp1,64 triliun; EPC tercatat Rp956,14 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,93 triliun.
Lihat Juga :