Ayo Kementerian dan Lembaga Manfaatkan Keringanan Utang dari Sri Mulyani
Kamis, 18 Maret 2021 - 11:40 WIB
loading...
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJK) memberikan sosialisasi Program Keringanan Utang kepada para perwakilan kementerian/lembaga (K/L), rumah sakit pemerintah, dan univesitas negeri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJK) memberikan sosialisasi Program Keringanan Utang kepada para perwakilan kementerian/lembaga (K/L) , rumah sakit pemerintah, dan univesitas negeri yang menjadi penyerah piutang negara. Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban mengatakan, pihaknya menyadari bahwa setiap klasifikasi debitur membutuhkan penanganan khusus dalam hal pendekatan maupun penelusuran posisi dan alamat debitur.
“Saya yakin baik Bapak/Ibu memiliki data dan informasi yang lebih valid mengenai para debitur. Karena itu, saya berharap ada perhatian lebih dari Bapak/Ibu sekalian guna keikutsertaan dalam bekerja sama dengan unit pelayanan DJKN, menyusun rencana kerja yang detail dengan proses evaluasi berkesinambungan guna menyukseskan program pemerintah ini,” kata Rionald dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga: Lembaga Pengelola Investasi Bisa Kuasai Kekayaan Negara, Sri Mulyani Bongkar Caranya
Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Lain-Lain, Lukman Efendi menyebutkan, bahwa peran penyerah piutang dan kolaborasi mereka dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang ) amatlah penting dalam keberhasilan Program Keringanan Utang. “KPKNL tidak bisa bekerja sendirian, karena yang mengetahui pembentukan piutang itu adalah penyerah piutang. Tanggung jawab masih melekat pada penyerah piutang. Dalam hal terjadi sesuatu, KPKNL bisa menyerahkan kembali pengurusannya ke penyerah piutang,” tuturnya.
Lukman juga memotivasi para penyerah piutang untuk dapat menggunakan Program Keringanan Utang sebagai kesempatan untuk memperbaiki pembukuan di K/L sekaligus sarana membantu stakeholder. Namun, ia mengingatkan agar para penyerah piutang tidak sedikitpun menerima gratifikasi akibat kemudahan yang mereka salurkan dari Program Keringanan Utang. “Tetap menjaga integritas,” ucapnya.
“Saya yakin baik Bapak/Ibu memiliki data dan informasi yang lebih valid mengenai para debitur. Karena itu, saya berharap ada perhatian lebih dari Bapak/Ibu sekalian guna keikutsertaan dalam bekerja sama dengan unit pelayanan DJKN, menyusun rencana kerja yang detail dengan proses evaluasi berkesinambungan guna menyukseskan program pemerintah ini,” kata Rionald dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga: Lembaga Pengelola Investasi Bisa Kuasai Kekayaan Negara, Sri Mulyani Bongkar Caranya
Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Lain-Lain, Lukman Efendi menyebutkan, bahwa peran penyerah piutang dan kolaborasi mereka dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang ) amatlah penting dalam keberhasilan Program Keringanan Utang. “KPKNL tidak bisa bekerja sendirian, karena yang mengetahui pembentukan piutang itu adalah penyerah piutang. Tanggung jawab masih melekat pada penyerah piutang. Dalam hal terjadi sesuatu, KPKNL bisa menyerahkan kembali pengurusannya ke penyerah piutang,” tuturnya.
Lukman juga memotivasi para penyerah piutang untuk dapat menggunakan Program Keringanan Utang sebagai kesempatan untuk memperbaiki pembukuan di K/L sekaligus sarana membantu stakeholder. Namun, ia mengingatkan agar para penyerah piutang tidak sedikitpun menerima gratifikasi akibat kemudahan yang mereka salurkan dari Program Keringanan Utang. “Tetap menjaga integritas,” ucapnya.
Lihat Juga :