Pengusaha Mamin: Nilai Impor Garam Kecil, Tapi Menghasilkan Nilai Ekspor Besar

Kamis, 18 Maret 2021 - 16:50 WIB
loading...
Pengusaha Mamin: Nilai...
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menilai impor garam kecil, tapi menghasilkan nilai ekspor yang besar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana impor garam sebanyak 3,07 juta ton. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) mengatakan, industri makanan dan minuman membutuhkan 747 ribu ton garam impor di tahun 2021.

Ketua GAPMMI, Adhi S. Lukman mengatakan, industri berbahan baku garam terus meningkat setiap tahunnya, maka kebutuhan garam industri terus meningkat, peningkatan kebutuhan garam dipenuhi oleh impor garam. Pasalnya garam industri belum dapat dipenuhi oleh garam lokal.

"Industri makanan dan minuman sendiri tumbuh 1,8% pada tahun 2020, belum industri yang lain," ucapnya pada Indonesia Business Forum.

Baca Juga: Bukan hanya Beras, Pemerintah Juga Akan Impor Garam 3 Juta Ton

Adhi menjelaskan, garam yang dipakai oleh industri memiliki syarat kualitas tertentu. Kadar NaCl pada garam harus minimal 97%. Serta kadar pengotor pada garam harus rendah, seperti zat kalsium dan magnesium.

"Garam yang digunakan harus berdasarkan kriteria industri. Kita dituntut untuk membuat produk yang baik dan masa simpan yang panjang, kalau garam dengan kadar pengotornya banyak, maka produk kita kalah saing dengan produk negara lain," terangnya.

Dia membandingkan sisi ekonomi adanya impor garam. Industri makanan minuman pada tahun 2020 mengimpor garam sebesar USD19 juta. Dibandingkan dengan nilai ekspor produk bahan baku garam impor menghasilkan nilai ekspor mencapai USD31 milyar. "Nilai impor garam kecil, tapi menghasilkan nilai ekspor yang besar," ucapnya.

Lebih lanjut Adhi menyarankan, kepada pemerintah untuk mencontoh India. Petani garam di India memperoleh keuntungan walaupun harga jualnya lebih murah dibanding Indonesia. Pasalnya petani garam di India mampu produksi garam lebih banyak daripada di dalam negeri.

"India produksinya 21 juta ton pertahun, sedangkan di dalam negeri baru 1,5 juta ton pada 2020," jelasnya.

Baca Juga: Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam

Diterangkan juga olehnya, industri makanan minuman (mamin) ikut andil menyerap garam lokal. Kebutuhan garam untuk industri sebanyak 743 ribu ton diantaranya dipenuho garam lokal sebanyak 131 ribu ton pada 2021. "Penyerapan garam lokal secara berkala terus meningkat," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Fridy Juwono mengatakan impor garam berdasarkan audit untuk verifikasi kebutuhan garam pada pengguna industri. "Kebutuhan impor meningkat karena ada tambahan investasi di industri pengguna garam, belum lagi ada kebutuhan peningkatan produksi bagi industri yang sudah ada," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Impor, Nindya Karya Bangun Tambak Garam di Rote Ndao
Negosiasi RI-AS Disambut...
Negosiasi RI-AS Disambut Pelaku Usaha Mamin, Kunci Keberlanjutan Industri dan Daya Saing Ekspor
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Indonesia Tak Lagi Impor Garam di 2027
Pemerintah Perlu Kembangkan...
Pemerintah Perlu Kembangkan Kawasan Salt Triangle Bipolo-Sabu-Rote sebagai Lumbung Garam Nasional
Wujudkan Swasembada...
Wujudkan Swasembada Garam, Potensi di NTT Perlu Dioptimalkan
5 Makanan Ini Rawan...
5 Makanan Ini Rawan Terpapar Mikroplastik, Sering Dikonsumsi Sehari-hari
Berkumur Air Garam Bisa...
Berkumur Air Garam Bisa Memutihkan Gigi, Benarkah?
5 Cara Ampuh Mengatasi...
5 Cara Ampuh Mengatasi Radang Amandel Tanpa Operasi, Aman dan Alami
Rekomendasi
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
Analis: Israel Omong...
Analis: Israel Omong Besar tapi Tak Mampu Serang Dahsyat Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved