Australia Setop BLT Subsidi Gaji, Gimana Nasib Warga Asal RI?

Jum'at, 19 Maret 2021 - 18:40 WIB
loading...
A A A
Arma memiliki karir sebagai pengajar di salah satu lembaga pendidikan di Melborne. Ibu dua anak ini tidak menyangka jika kesibukannya mengajar bahasa Inggris bagi calon mahasiswa internasional ini akan terganggu bahkan terhenti. "Soalnya ketika perbatasan ditutup, kami tinggal melayani mahasiswa yang masih tersisa," ujarnya.

Arma bekerja dengan jam kerja normal lima hari seminggu, tapi karena tak ada lagi calon mahasiswa internasional maka jam kerjanya menjadi berkurang. "Tanpa kedatangan mahasiswa internasional, saya mengalami pengurangan jam kerja menjadi 3 jam," kata Arma yang meraih program PhD studi pengajaran bahasa Inggris dari Monash University.

Sebab itu, lembaga termpat kerjanya kemudian mengajukan permohonan subsidi gaji atau JobKeeper yang mulai diterapkan di Australia sejak 30 Maret 2020. Arma menerima subsidi gaji dalam kategori sebagai pekerja paruh waktu atau part time.

Baca Juga: Pengusaha Homestay Sedih Dengar BLT Subsidi Gaji Akan Dihentikan

Kendati mendapatkan subsidi gaji pemberi kerja tetap harus membayar gaji para pegawai full time sebesar AU$1.000 per dua minggu dan part time AU$650 per dua minggu. Sebagai kategori pekerja paruh waktu di Australia ialah yang bekerja kurang dari 80 jam dalam siklus kerja 28 hari. Warga Indonesia di Melbourne Andi Armawadjidah Marzuki merasa sangat terbantu dengan subsidi gaji JobKeeper yang dia terima selama pandemi. Pemerintah Australia berencana mengakhiri tunjangan ini pada 28 Maret 2021.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
One Global Capital Perluas...
One Global Capital Perluas Portofolio Resor melalui Hotel Butik di Parramatta
Impor Darurat, Dua Kargo...
Impor Darurat, Dua Kargo LPG dari Australia Masuk Minggu Ini
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Berita Terkini
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Infografis
Sudah Cair, Ini Kriteria...
Sudah Cair, Ini Kriteria Penerima Subsidi Gaji Rp1 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved