Australia Setop BLT Subsidi Gaji, Gimana Nasib Warga Asal RI?

Jum'at, 19 Maret 2021 - 18:40 WIB
loading...
Australia Setop BLT...
Ilustrasi. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Sejumlah warga asal Indonesia yang menerima bantuan subsidi gaji dari Pemerintah Australia sudah mendengar keputusan bahwa program tersebut akan dihentikan akhir bulan ini. Salah satunya Andi Armawadjidah. Arma pun mengaku terbantu dengan bantuan subsidi gaji tersebut karena nilainya mencukupi di tengah pemangkasan jam kerja. Meski demikian, Arma tetap bertahan di tempat kerjanya walaupun dengan jam kerja yang sangat minim.

Baca Juga: Wow! Australia Setop BLT Subsidi Gaji Rp1.000 Triliun

Selain mendapatkan subsidi gaji, Arma tahun lalu juga memperoleh tunjangan JobSeeker walaupun bantuan tersebut telah dihentikan lebih dulu. JobSeeker merupakan tunjangan bagi para pencari kerja dengan ketentuan harus mampu membuktikan upayanya mendapatkan pekerjaan. "Saya mengajukan 8-10 lamaran kerja setiap 20 hari," kata dia seperti dilansir dari ABC News, di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Selama pandemi, penerima tunjangan JobSeeker memperoleh tambahan pendapatan. Namun sayangnya tunjangan tersebut telah dihentikan sejak beberapa bulan lalu. "Jadi kalau subsidi akan dihentikan juga, saya pasti akan kesulitan," kata dia. "Mau tidak mau saya harus menyesuaikan gaya hidup dengan income yang sangat terbatas," tutur Arma.

Australia Setop BLT Subsidi Gaji, Gimana Nasib Warga Asal RI?

Warga Indonesia di Melbourne, Andi Armawadjidah Marzuki. FOTO/ABC News

Arma memiliki karir sebagai pengajar di salah satu lembaga pendidikan di Melborne. Ibu dua anak ini tidak menyangka jika kesibukannya mengajar bahasa Inggris bagi calon mahasiswa internasional ini akan terganggu bahkan terhenti. "Soalnya ketika perbatasan ditutup, kami tinggal melayani mahasiswa yang masih tersisa," ujarnya.

Arma bekerja dengan jam kerja normal lima hari seminggu, tapi karena tak ada lagi calon mahasiswa internasional maka jam kerjanya menjadi berkurang. "Tanpa kedatangan mahasiswa internasional, saya mengalami pengurangan jam kerja menjadi 3 jam," kata Arma yang meraih program PhD studi pengajaran bahasa Inggris dari Monash University.

Sebab itu, lembaga termpat kerjanya kemudian mengajukan permohonan subsidi gaji atau JobKeeper yang mulai diterapkan di Australia sejak 30 Maret 2020. Arma menerima subsidi gaji dalam kategori sebagai pekerja paruh waktu atau part time.

Baca Juga: Pengusaha Homestay Sedih Dengar BLT Subsidi Gaji Akan Dihentikan

Kendati mendapatkan subsidi gaji pemberi kerja tetap harus membayar gaji para pegawai full time sebesar AU$1.000 per dua minggu dan part time AU$650 per dua minggu. Sebagai kategori pekerja paruh waktu di Australia ialah yang bekerja kurang dari 80 jam dalam siklus kerja 28 hari. Warga Indonesia di Melbourne Andi Armawadjidah Marzuki merasa sangat terbantu dengan subsidi gaji JobKeeper yang dia terima selama pandemi. Pemerintah Australia berencana mengakhiri tunjangan ini pada 28 Maret 2021.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
One Global Capital Perluas...
One Global Capital Perluas Portofolio Resor melalui Hotel Butik di Parramatta
Impor Darurat, Dua Kargo...
Impor Darurat, Dua Kargo LPG dari Australia Masuk Minggu Ini
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
Ramai Kabar Bantuan...
Ramai Kabar Bantuan Subsidi Upah 2026 Segera Cair, Kemnaker Angkat Suara
Purbaya soal Banyak...
Purbaya soal Banyak WNI Kerja di LN: Gagal Ciptakan Lapangan Kerja
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
2 Ganda Putra Indonesia...
2 Ganda Putra Indonesia Ditarik dari Australian Open 2026
Rekomendasi
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Australia Lockdown Sampai...
Australia Lockdown Sampai 70% Warga Divaksin Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved