Faisal Basri: Kebijakan Proyek Energi Berpotensi Tumpang Tindih
Jum'at, 19 Maret 2021 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia juga berambisi mengembangkan secara besar-besaran industri mobil listrik yang ditopang oleh ambisi menjadi produsen baterai terbesar di Indonesia. Faisal menilai kebijakan ini akan menjadi percuma jika listrik yang dihasilkan masih berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.
"Ya sama saja bohong kalau listriknya dari batu bara. Bakal terjadi kekacauan kalau semua hendak diwujudkan dan menimbulkan ongkos ekonomi yang sangat mahal," tuturnya.
Dia menambahkan, proyek gasifikasi batubara “Coal to DME” di Tanjung Enim juga tidak menyelesaikan masalah. Menurut dia, harga DME dari proyek gasifikasi batu bara akan relatif jauh lebih mahal.
Baca juga: Terus Merosot, Bisnis Batu Bara Sudah Sunset
"Jadi proyek ini dijamin akan rugi karena bagaimanapun batu bara diolah dengan susah payah menjadi gas itu niscaya harganya jauh lebih mahal dari gas yang keluar dari perut bumi di negara-negara Timur Tengah," tandasnya.
"Ya sama saja bohong kalau listriknya dari batu bara. Bakal terjadi kekacauan kalau semua hendak diwujudkan dan menimbulkan ongkos ekonomi yang sangat mahal," tuturnya.
Dia menambahkan, proyek gasifikasi batubara “Coal to DME” di Tanjung Enim juga tidak menyelesaikan masalah. Menurut dia, harga DME dari proyek gasifikasi batu bara akan relatif jauh lebih mahal.
Baca juga: Terus Merosot, Bisnis Batu Bara Sudah Sunset
"Jadi proyek ini dijamin akan rugi karena bagaimanapun batu bara diolah dengan susah payah menjadi gas itu niscaya harganya jauh lebih mahal dari gas yang keluar dari perut bumi di negara-negara Timur Tengah," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :