Bersaing Kembangkan Super-App

Sabtu, 20 Maret 2021 - 07:09 WIB
loading...
A A A
Di samping itu, hal lainnya yang tidak kalah penting adalah pemerintah wajib memperkuat manajemen risiko dalam mengatur pertumbuhan super - app , terutama demi mencegah praktik penipuan. "Sehingga praktik penipuan yang menggunakan super - app bisa dimitigasi," tuturnya saat dihubungi KORAN SINDO Jumat (19/3/2021). Tantangan lainnya berasal dari aspek persaingan sesama super-app . Menurut Didik, sebelum menjadi super-app, semua startup bisa saling menjatuhkan dengan memberikan promosi, diskon hingga cashback berkelanjutan, bahkan mencapai 90% dari biaya awal. Praktik tersebut akhirnya menciptakan dinding penghalang bagi kompetitor untuk menguasai konsumen. Tapi dengan adanya super-app para startup ini bisa bekerja sama.

Mengenai persaingan ini yang perlu diperkuat menurut Didik adalah dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Namun KPPU hingga kini tidak mengikuti perubahan tersebut, bahkan untuk startup yang menjamur, belum terlihat ada terobosan yang dilakukan lembaga ini. "Untuk mendorong ini, pemerintah perlu memberi insentif bagi super - app yang mengoptimalkan dan memprioritaskan produk dalam negeri," sebut Didik. Dukungan infrastruktur digital diberikan oleh pemerintah agar pengembangan super - app berjalan lancar sehingga bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah memiliki target hingga tahun 2022 membangun infrastruktur 4G di seluruh wilayah Indonesia.

Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan menjelaskan, ketika infrastruktur sudah dibangun, yang perlu dipastikan ialah pemanfaatan oleh operator seluler. "Jangan sampai kita sudah bikin jaringan, operator cuek dan tidak mau menggunakan. Tidak bisa hanya mengandalkan provider milik pemerintah. Karena mereka sifatnya sementara, semua serbasewa satelitnya. Kita harus memastikan bahwa apa pun yang kita buat memberikan kepastian akan diisi oleh provider ," jelasnya.

(Baca Juga : Aplikasi Chatting Signal Diblokir di China )

Terutama di daerah-daerah yang jauh dari jangkauan internet, masih banyak hingga di atas 40%. Wilayah ini biasanya sangat terpencil dengan penduduk yang sedikit. Merekalah yang harus dibangun infrastruktur dan diisi oleh operator. Tidak mudah untuk memastikan operator mau mengisi infrastruktur yang sudah ada. Maka Farhan menyebut diperlukan sebuah bisnis model agar para provider tertarik untuk membuka layanan di tempat itu. "Kalau tidak, akan rugi pemerintah, sudah triliunan rupiah yang keluar (diinvestasikan)," tandasnya.

Maka jalan terbaik ialah harus duduk bersama untuk menentukan bisnis model sebelum infrastruktur siap digunakan. Bisnis model yang ada sekarang menarik minat seluruh provider, tetapi hanya di daerah dengan traffic yang ramai. Pemberian insentif akan menjadi solusi agar operator seluler bersedia menjalankan bisnisnya di kawasan yang traffic-nya sepi. (faorick pakpahan/aprilia s andyna/ananda nararya)
(ton)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Bank Mandiri Tambah...
Bank Mandiri Tambah Fitur Kurban Digital di Aplikasi, Nasabah Bisa Pantau Distribusi
MotionBank Aplikasi...
MotionBank Aplikasi Perbankan Digital Bikin Transaksi Lebih Praktis
Danantara Sudah Pegang...
Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol, Targetkan Potongan Aplikasi 8%
WFH Makin Nyaman dengan...
WFH Makin Nyaman dengan PLN Mobile, Akses Beragam Layanan Kelistrikan dalam Satu Genggaman
Kenalan dengan V+Short,...
Kenalan dengan V+Short, Aplikasi Nonton Microdrama yang Lagi Naik Daun
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
Anggota DPR Apresiasi...
Anggota DPR Apresiasi Semangat Anak Muda Hadirkan Aplikasi yang Berdayakan Peternak Lokal
Rekomendasi
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Berita Terkini
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved