Kinerja Solid BNI Sepanjang Kuartal I 2020
Selasa, 19 Mei 2020 - 17:42 WIB
loading...
Di tengah tantangan perekonomian yang serius, PT Bank Negara Indonesia Tbk berhasil mencatatkan kinerja kuartal pertama yang solid. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Di tengah tantangan perekonomian yang serius, PT Bank Negara Indonesia Tbk berhasil mencatatkan kinerja kuartal pertama yang solid. Ini modal berharga untuk menjalankan bisnis hingga akhir tahun ini yang tidak akan mudah, terutama pada penguatan likuiditas dan pengelolaan kualitas aset.
Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, hingga akhir kuartal I 2020, BNI masih mampu menggenjot pinjaman sebesar 11,2% year over year (YoY), yaitu dari Rp 521,35 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 579,60 triliun pada 2020. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, pinjaman tumbuh 4,1% year to date (YtD).
"Hal ini sejalan dengan strategi BNI yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi COVID-19," ujar Putrama di Jakarta, Selasa (19/5/2020).
Adapun peningkatan pinjaman ini juga didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,4% YoY, yaitu dari Rp 575,75 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 635,75 triliun pada kuartal I 2020. "Dengan pertumbuhan DPK yang baik ini, BNI memiliki likuiditas yang sehat loan to deposit ratio (LDR) BNI pada kuartal I 2020 tercatat sebesar 92,3%," ujarnya.
Ke depan, BNI melihat pentingnya mengantisipasi potensi tekanan pada likuiditas, yang dipengaruhi oleh adanya penundaan pembayaran angsuran pokok dan pembayaran bunga dari debitur karena bisnisnya terpengaruh COVID-19, serta tekanan capital outflow dan potensi melemahnya ekspor.
Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, hingga akhir kuartal I 2020, BNI masih mampu menggenjot pinjaman sebesar 11,2% year over year (YoY), yaitu dari Rp 521,35 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 579,60 triliun pada 2020. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, pinjaman tumbuh 4,1% year to date (YtD).
"Hal ini sejalan dengan strategi BNI yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi COVID-19," ujar Putrama di Jakarta, Selasa (19/5/2020).
Adapun peningkatan pinjaman ini juga didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,4% YoY, yaitu dari Rp 575,75 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 635,75 triliun pada kuartal I 2020. "Dengan pertumbuhan DPK yang baik ini, BNI memiliki likuiditas yang sehat loan to deposit ratio (LDR) BNI pada kuartal I 2020 tercatat sebesar 92,3%," ujarnya.
Ke depan, BNI melihat pentingnya mengantisipasi potensi tekanan pada likuiditas, yang dipengaruhi oleh adanya penundaan pembayaran angsuran pokok dan pembayaran bunga dari debitur karena bisnisnya terpengaruh COVID-19, serta tekanan capital outflow dan potensi melemahnya ekspor.
Lihat Juga :