Nanas Taiwan Lebih Kuat dari Jet Tempur, 'Perang' Lawan China Memanas
Sabtu, 20 Maret 2021 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi itu tidak akan menghentikan kita. Apakah dalam smoothie, kue, atau potongan di piring, nanas kami selalu mendapatkan tempat. Dukung petani kami dan nikmati buah Taiwan yang lezat!," tulisnya.
Sementara Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menggunakan akun Twitter Kementeriannya untuk "mendesak teman-teman yang berpikiran sama di seluruh dunia untuk berdiri bersama #Taiwan & melakukan protes di belakang gerakan #FreedomPineapple".
Kedutaan besar de fakto AS dan Kanada di Taiwan dengan senang hati mendukung. American Institute di Taiwan memposting sejumlah gambar ke halaman Facebook-nya, termasuk salah satu direkturnya Brent Christensen dengan tiga nanas di mejanya.
Kantor Perdagangan Kanada di Taipei memposting foto staf mereka yang berpose di dekat pizza nanas, dengan nada sopan mengingatkan bahwa itu adalah ide Kanada daripada Hawaii. "Kami di Kantor Kanada menyukai pizza nanas, terutama nanas dari Taiwan!" demikian dalam sebuah postingan tersebut.
Konsumen Jepang mungkin telah membuat perbedaan terbesar, dengan melakukan pesanan sebesar 5.000 ton yang datang dari Jepang, kata Ms Tsai. "Saya tersentuh oleh semua dukungan terhadap nanas kami dan petani, baik dari Taiwan sendiri maupun teman-teman kita di seluruh dunia," bunyi Tweet Tsai Ing-wen
Banyak pengguna Twitter Jepang juga menyatakan dukungan mereka. "Saya pasti akan membeli beberapa. Saya mencobanya tahun lalu dan menyadari bahwa bahkan intinya dapat dimakan. Sekarang saya suka rasanya yang manis serta berair," tulis salah satu pengguna.
Hanya dalam beberapa hari kampanye pemerintah Taiwan menyebabkan pesanan yang cukup besar untuk menutupi permintaan nanas yang selama ini diekspor ke China. Sementara 90% petani nanas menjual di dalam negeri, sehingga mereka berharap bahwa konsumen tidak bosan dengan rasanya.
Baca Juga: Buah Terlarang: Rakyat Taiwan Diminta Makan Lebih Banyak Nanas
Sementara Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menggunakan akun Twitter Kementeriannya untuk "mendesak teman-teman yang berpikiran sama di seluruh dunia untuk berdiri bersama #Taiwan & melakukan protes di belakang gerakan #FreedomPineapple".
Kedutaan besar de fakto AS dan Kanada di Taiwan dengan senang hati mendukung. American Institute di Taiwan memposting sejumlah gambar ke halaman Facebook-nya, termasuk salah satu direkturnya Brent Christensen dengan tiga nanas di mejanya.
Kantor Perdagangan Kanada di Taipei memposting foto staf mereka yang berpose di dekat pizza nanas, dengan nada sopan mengingatkan bahwa itu adalah ide Kanada daripada Hawaii. "Kami di Kantor Kanada menyukai pizza nanas, terutama nanas dari Taiwan!" demikian dalam sebuah postingan tersebut.
Konsumen Jepang mungkin telah membuat perbedaan terbesar, dengan melakukan pesanan sebesar 5.000 ton yang datang dari Jepang, kata Ms Tsai. "Saya tersentuh oleh semua dukungan terhadap nanas kami dan petani, baik dari Taiwan sendiri maupun teman-teman kita di seluruh dunia," bunyi Tweet Tsai Ing-wen
Banyak pengguna Twitter Jepang juga menyatakan dukungan mereka. "Saya pasti akan membeli beberapa. Saya mencobanya tahun lalu dan menyadari bahwa bahkan intinya dapat dimakan. Sekarang saya suka rasanya yang manis serta berair," tulis salah satu pengguna.
Hanya dalam beberapa hari kampanye pemerintah Taiwan menyebabkan pesanan yang cukup besar untuk menutupi permintaan nanas yang selama ini diekspor ke China. Sementara 90% petani nanas menjual di dalam negeri, sehingga mereka berharap bahwa konsumen tidak bosan dengan rasanya.
Baca Juga: Buah Terlarang: Rakyat Taiwan Diminta Makan Lebih Banyak Nanas
Lihat Juga :