Nanas Taiwan Lebih Kuat dari Jet Tempur, 'Perang' Lawan China Memanas
Sabtu, 20 Maret 2021 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
Yang Yufan, seorang petani nanas organik terkenal dari Taiwan Selatan, yang telah dikenal sebagai "pangeran nanas". Dia mengatakan kepada BBC China, bahwa dalam beberapa tahun terakhir petani Taiwan lebih tertarik ke pasar China, karena inspeksi lebih mudah dan lebih cepat daripada di pasar lain seperti Jepang.
Tetapi dia mengatakan, sektor pertanian Taiwan perlu melakukan diversifikasi karena terlalu banyak ekspornya pergi ke China daratan. "Nanas yang kami harapkan untuk panen tahun depan telah ditaburkan tahun lalu, sehingga masalah yang akan kami hadapi tahun depan mungkin akan lebih besar lagi," katanya.
Hama dan Penyakit Asing
China bersikeras nanas Taiwan diblokir karena otoritas bea cukainya telah berulang kali mendeteksi hama pada buah yang berasal dari Taiwan. Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Bea Cukai Taiwan, menggambarkannya tindakan pencegahan biosafety sebagai hal yang normal.
Namun selama 12 bulan terakhir, China dituduh menggunakan kebijakan perdagangan yang ambigu dan buram untuk menghukum saingannya. Produsen pertanian Australia khususnya khawatir bahwa produk mereka telah dikenai larangan tidak resmi atau standar baru yang tidak masuk akal, sebagai balasan atas kebijakan pemerintah Australia.
Ms Tsai dengan datar menolak klaim China, menunjukkan bahwa 99,97% batch nanas impor lulus inspeksi. Biosecurity adalah area yang luar biasa rumit, karena spesies yang diperkenalkan dapat menyebabkan kerusakan ekonomi sangat nyata, tetapi ada sejarah panjang menggunakannya sebagai senjata dalam sengketa perdagangan.
"Beberapa kekhawatiran ini benar-benar didorong oleh kekhawatiran yang sah atas kemungkinan adanya hama dan penyakit asing yang sebagian besar spesies asli mungkin tidak memiliki pertahanan sama sekali," kata Deborah Elms dari Asian Trade Centre.
Tetapi dia mengatakan, sektor pertanian Taiwan perlu melakukan diversifikasi karena terlalu banyak ekspornya pergi ke China daratan. "Nanas yang kami harapkan untuk panen tahun depan telah ditaburkan tahun lalu, sehingga masalah yang akan kami hadapi tahun depan mungkin akan lebih besar lagi," katanya.
Hama dan Penyakit Asing
China bersikeras nanas Taiwan diblokir karena otoritas bea cukainya telah berulang kali mendeteksi hama pada buah yang berasal dari Taiwan. Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Bea Cukai Taiwan, menggambarkannya tindakan pencegahan biosafety sebagai hal yang normal.
Namun selama 12 bulan terakhir, China dituduh menggunakan kebijakan perdagangan yang ambigu dan buram untuk menghukum saingannya. Produsen pertanian Australia khususnya khawatir bahwa produk mereka telah dikenai larangan tidak resmi atau standar baru yang tidak masuk akal, sebagai balasan atas kebijakan pemerintah Australia.
Ms Tsai dengan datar menolak klaim China, menunjukkan bahwa 99,97% batch nanas impor lulus inspeksi. Biosecurity adalah area yang luar biasa rumit, karena spesies yang diperkenalkan dapat menyebabkan kerusakan ekonomi sangat nyata, tetapi ada sejarah panjang menggunakannya sebagai senjata dalam sengketa perdagangan.
"Beberapa kekhawatiran ini benar-benar didorong oleh kekhawatiran yang sah atas kemungkinan adanya hama dan penyakit asing yang sebagian besar spesies asli mungkin tidak memiliki pertahanan sama sekali," kata Deborah Elms dari Asian Trade Centre.
(akr)
Lihat Juga :