Vaksinasi dan Jaga Protokol 3M Bantu Percepat Pemulihan Ekonomi
Minggu, 21 Maret 2021 - 08:35 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonominasional terus digencarkan. Salah satunya lewat program vaksinasi sehingga pandemi bisa dikendalikan.
Masalahnya, jika vaksinasi hanya sekadar menyuntikan vaksin ke dalam tubuh, belum tentu mendukung percepatan pemulihan ekonomi itu. Makanya, upaya edukasi dan komunikasi kepada masyarakat harus dilakukan seimbang antara vaksinasi dan protokol kesehatan.
Pasalnya langkah penanganan pandemi tidak bisa dilakukan secara tunggal dengan vaksinasi, harus komprehensif dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat demi menekan lebih banyak jumlah orang yang terinfeksi. Masyarakat perlu diingatkan terus-menerus tentang pentingnya prokes sebagai intervensi yang penting juga selain vaksinasi. ( Baca juga:Nanas Taiwan Lebih Kuat dari Jet Tempur, 'Perang' Lawan China Memanas )
“Sekitar 4 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin dosis pertama. Terutama untuk lanjut usia (lansia) yang sudah dimudahkan pelaksanaannya melalui banyak sekali sentra-sentra vaksinasi hasil kerja sama dengan seluruh elemen bangsa,” terang dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dalam Dialog Produktif bertema “Selaras Vaksinasi dan Protokol Kesehatan” yang diselenggarakan oleh KPCPEN, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (21/3/2021).
Demi meyakinkan masyarakat bahwa vaksin efektif dalam mengendalikan pandemi, dr. Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam/vaksinolog menyampaikan, “Orang-orang yang divaksinasi memiliki risiko tiga kali lebih rendah terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak divaksinasi. Pada situasi pandemi ini, tiga kali lebih rendah ini sangat signifikan”.
Masalahnya, jika vaksinasi hanya sekadar menyuntikan vaksin ke dalam tubuh, belum tentu mendukung percepatan pemulihan ekonomi itu. Makanya, upaya edukasi dan komunikasi kepada masyarakat harus dilakukan seimbang antara vaksinasi dan protokol kesehatan.
Pasalnya langkah penanganan pandemi tidak bisa dilakukan secara tunggal dengan vaksinasi, harus komprehensif dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat demi menekan lebih banyak jumlah orang yang terinfeksi. Masyarakat perlu diingatkan terus-menerus tentang pentingnya prokes sebagai intervensi yang penting juga selain vaksinasi. ( Baca juga:Nanas Taiwan Lebih Kuat dari Jet Tempur, 'Perang' Lawan China Memanas )
“Sekitar 4 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin dosis pertama. Terutama untuk lanjut usia (lansia) yang sudah dimudahkan pelaksanaannya melalui banyak sekali sentra-sentra vaksinasi hasil kerja sama dengan seluruh elemen bangsa,” terang dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dalam Dialog Produktif bertema “Selaras Vaksinasi dan Protokol Kesehatan” yang diselenggarakan oleh KPCPEN, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (21/3/2021).
Demi meyakinkan masyarakat bahwa vaksin efektif dalam mengendalikan pandemi, dr. Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam/vaksinolog menyampaikan, “Orang-orang yang divaksinasi memiliki risiko tiga kali lebih rendah terinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak divaksinasi. Pada situasi pandemi ini, tiga kali lebih rendah ini sangat signifikan”.
Lihat Juga :