Pedagang Tak Ingin Harga Naik
Selasa, 23 Maret 2021 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Khusus beras menurut Cicin harganya fluktuatif. Kadang-kadang turun, kadang-kadang juga naik. Tapi saat ini harga beras di Pasar Cengkareng masih stabil dan masih terjangkau. Sebelumnya saat awal-awal pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB digencarkan, beras merupakan jenis sembako yang jarang laku. Padahal saat itu harga beras dibeli Cicin dari Pasar Cengkareng cenderung mahal.
"Pokoknya saya pasarannya kalau saya jual beras yang biasanya satu minggu beras habis di warung, tiga hari habis, eh tiga bulan nggak habis-habis. Karena warga pada dapat bansos pas Covid lagi kencang-kencangnya," imbuhnya.
Cicin menambahkan, jelang Ramadan ini yang cukup membuat was-was adalah ketersediaan dan pasokan gas elpiji 3 kg (gas melon). Distribusi gas melon dari agen kian menipis ke warung-warung sembako dan kelontong. Sebelumnya satu warung bisa memperoleh 20 tabung gas. Tapi saat ini satu warung hanya bisa dapat paling banyak 10 tabung gas. Itupun ujar Cicin, satu warung dengan warung lainnya saling berebutan. Akibatnya harga gas melon ikut terkerek.
"Gas itu sekarang orang ada yang jual ada yang Rp21.000, ada yang Rp22.000. Udah gitu terbatas dapatnya (dari agen). Biasanya sekali datang 20 gas, kalau sekarang cuman dapat 10, itupun berebut," ucap Cicin.
Cerita berikutnya dituturkan Mia, ibu rumah tangga yang berdomisili di Ambon, Maluku. Mia mengatakan, saat ini di beberapa pasar di Ambon termasuk Pasar Mardika beberapa jenis sembako sudah mengalami kenaikan harga. Misalnya gula pasir, harga sebelumnya Rp10.000 hingga Rp11.000/kg kemudian naik menjadi Rp12.000 hingga Rp14.000/kg. Minyak kelapa/minyak sayur curah dari Rp11.000 hingga Rp11.500/liter, sekarang naik menjadi Rp12.500 hingga Rp13.000/liter. Sedangkan minyak kelapa/minyak sayur keluaran pabrik jauh lebih mahal berkisar Rp15.000 hingga Rp16.000/liter.
Mia mengungkapkan, untuk harga stabil hanya beras per kg lebih stabil. Harganya masih berkisar Rp12.000 hingga Rp14.000 yang tergantung merek beras. "Kalau beras Bulog harganya Rp10.000 satu kilo, kalau beras Bulog yang bagus itu Rp11.000. Harganya masih tetap," ujar Mia saat dihubungi KORAN SINDO, kemarin.
Khusus telur, biasanya Mia membeli per telur untuk kebutuhan rumah tangga. Harga satu butir telur berkisar Rp1.500 hingga Rp1.700 tergantung ukurannya. Seingat Mia, harga telur cenderung lebih stabil. Dia membeberkan, harga daging ayam potong per kilogram juga mengalami kenaikan. Sebelumnya Rp30.000 hingga Rp40.000/kg dan sekarang naik sekitar lebih Rp40.000 hingga Rp50.000. "Kalau daging ayam itu tergantung kecil besar dagingnya. Jadi kalau daging ayam sudah mahal," ungkap Mia.
"Pokoknya saya pasarannya kalau saya jual beras yang biasanya satu minggu beras habis di warung, tiga hari habis, eh tiga bulan nggak habis-habis. Karena warga pada dapat bansos pas Covid lagi kencang-kencangnya," imbuhnya.
Cicin menambahkan, jelang Ramadan ini yang cukup membuat was-was adalah ketersediaan dan pasokan gas elpiji 3 kg (gas melon). Distribusi gas melon dari agen kian menipis ke warung-warung sembako dan kelontong. Sebelumnya satu warung bisa memperoleh 20 tabung gas. Tapi saat ini satu warung hanya bisa dapat paling banyak 10 tabung gas. Itupun ujar Cicin, satu warung dengan warung lainnya saling berebutan. Akibatnya harga gas melon ikut terkerek.
"Gas itu sekarang orang ada yang jual ada yang Rp21.000, ada yang Rp22.000. Udah gitu terbatas dapatnya (dari agen). Biasanya sekali datang 20 gas, kalau sekarang cuman dapat 10, itupun berebut," ucap Cicin.
Cerita berikutnya dituturkan Mia, ibu rumah tangga yang berdomisili di Ambon, Maluku. Mia mengatakan, saat ini di beberapa pasar di Ambon termasuk Pasar Mardika beberapa jenis sembako sudah mengalami kenaikan harga. Misalnya gula pasir, harga sebelumnya Rp10.000 hingga Rp11.000/kg kemudian naik menjadi Rp12.000 hingga Rp14.000/kg. Minyak kelapa/minyak sayur curah dari Rp11.000 hingga Rp11.500/liter, sekarang naik menjadi Rp12.500 hingga Rp13.000/liter. Sedangkan minyak kelapa/minyak sayur keluaran pabrik jauh lebih mahal berkisar Rp15.000 hingga Rp16.000/liter.
Mia mengungkapkan, untuk harga stabil hanya beras per kg lebih stabil. Harganya masih berkisar Rp12.000 hingga Rp14.000 yang tergantung merek beras. "Kalau beras Bulog harganya Rp10.000 satu kilo, kalau beras Bulog yang bagus itu Rp11.000. Harganya masih tetap," ujar Mia saat dihubungi KORAN SINDO, kemarin.
Khusus telur, biasanya Mia membeli per telur untuk kebutuhan rumah tangga. Harga satu butir telur berkisar Rp1.500 hingga Rp1.700 tergantung ukurannya. Seingat Mia, harga telur cenderung lebih stabil. Dia membeberkan, harga daging ayam potong per kilogram juga mengalami kenaikan. Sebelumnya Rp30.000 hingga Rp40.000/kg dan sekarang naik sekitar lebih Rp40.000 hingga Rp50.000. "Kalau daging ayam itu tergantung kecil besar dagingnya. Jadi kalau daging ayam sudah mahal," ungkap Mia.
Lihat Juga :