Bijak Kelola Keuangan, Kunci Utama UMKM Bertahan di Kala Pandemi
Minggu, 21 Maret 2021 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
Kendati begitu, Dosen Universitas Bunda Mulia itu menilai pelaku UMKM juga harus paham dalam menjalankan bisnis. Tidak hanya mempertimbangkan dari aspek operasional, melainkan juga pengelolaan finansialnya agar mampu bersaing, bertahan, dan makin tumbuh.
Menurut dia, banyak bisnis yang mendapat sumber pendanaan tetapi pengelolaan keuangannya tidak tepat. Padahal, kunci keuangan bisnis UMKM itu terletak pada investasi, arus kas (cash flow), dan laba rugi. Selain itu, perkembangan UMKM saat ini juga didukung dengan kemudahan peminjaman modal usaha. Kemudian, menurunnya tarif PPH Final.
“UMKM itu kadang sasaran dari bantuan investor, perbankan, hingga pemerintah. Mendapatkan sumber pendanaan tanpa pengelolaan keuangan juga bisa menjadi masalah. Aspek keuangan itu menjadi salah satu kunci demi memudahkan mendapatkan akses pinjaman modal dan memanfaatkan tarif PPh Final. Harus kuasai dari aspek keuangannya,” jelasnya.
Temy berpendapat bahwa perusahaan yang arus kasnya lancar belum tentu bisnis tersebut layak. Selain itu, perusahaan dengan laba yang tinggi juga belum tentu memiliki arus kas yang lancar. Demikian juga perusahaan yang memiliki kerugian, belum tentu memiliki arus kas yang buruk.
“Laba perusahaan yang tinggi belum tentu cash flow-nya lancar. Sebaliknya, perusahaan yang rugi, belum tentu cash flow-nya buruk. Cash flow lancar, belum tentu fisibel. Cash flow dan laba rugi itu hal yang berbeda,” ujar dia.
Di sisi lain, ia mengingatkan calon pebisnis agar harus siap rugi. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak hanya dipengaruhi barang atau jasa yang dijual, kekuatan finansial, kemampuan marketing, tapi juga dari pengukuran investasi yang tepat serta pengelolaan keuangan yang tepat.
Menurut dia, banyak bisnis yang mendapat sumber pendanaan tetapi pengelolaan keuangannya tidak tepat. Padahal, kunci keuangan bisnis UMKM itu terletak pada investasi, arus kas (cash flow), dan laba rugi. Selain itu, perkembangan UMKM saat ini juga didukung dengan kemudahan peminjaman modal usaha. Kemudian, menurunnya tarif PPH Final.
“UMKM itu kadang sasaran dari bantuan investor, perbankan, hingga pemerintah. Mendapatkan sumber pendanaan tanpa pengelolaan keuangan juga bisa menjadi masalah. Aspek keuangan itu menjadi salah satu kunci demi memudahkan mendapatkan akses pinjaman modal dan memanfaatkan tarif PPh Final. Harus kuasai dari aspek keuangannya,” jelasnya.
Temy berpendapat bahwa perusahaan yang arus kasnya lancar belum tentu bisnis tersebut layak. Selain itu, perusahaan dengan laba yang tinggi juga belum tentu memiliki arus kas yang lancar. Demikian juga perusahaan yang memiliki kerugian, belum tentu memiliki arus kas yang buruk.
“Laba perusahaan yang tinggi belum tentu cash flow-nya lancar. Sebaliknya, perusahaan yang rugi, belum tentu cash flow-nya buruk. Cash flow lancar, belum tentu fisibel. Cash flow dan laba rugi itu hal yang berbeda,” ujar dia.
Di sisi lain, ia mengingatkan calon pebisnis agar harus siap rugi. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak hanya dipengaruhi barang atau jasa yang dijual, kekuatan finansial, kemampuan marketing, tapi juga dari pengukuran investasi yang tepat serta pengelolaan keuangan yang tepat.
Lihat Juga :