Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp273 Triliun per Februari 2021
Selasa, 23 Maret 2021 - 20:16 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan pemerintah sudah menarik utang sebesar Rp273 triliun per akhir Februari 2021. Angka ini meningkat 135,4% jika dibandingkan realisasi Februari tahun lalu (year-on-year/yoy) yang sebesar Rp116 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa besarnya realisasi anggaran pembiayaan sejalan dengan melebarnya defisit APBN yang ditetapkan 5,7% atau setara Rp1.006,4 triliun pada tahun 2021.
Baca juga: Pasar Keuangan Membaik, Menkeu Optimis Banyak Investor Asing Masuk
"Defisit APBN kita dan realisasi pembiayaan kita Rp273 triliun, di mana penerbitan SBN (Surat Berharga Negara) secara neto Rp271,4 triliun. Itu melonjak tinggi karena kenaikan defisit," kata Sri dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Sementara untuk pinjaman neto, dia mencatat terjadi penurunan yang cukup dalam yaitu 22,4% atau setara Rp1,6 triliun. Untuk pembiayaan investasi pun masih nihil, begitu juga dengan pemberian pinjaman, kewajiban penjaminan dan pembiayaan lainnya yang sampai akhir Februari 2021.
Baca juga: Utang Pemerintah Membengkak, Februari 2021 Tembus Rp6.361 Triliun
"Sehingga untuk Rp273 triliun mayoritas berasal dari penerbitan SBN neto kita, pembiayaan utang ini 91,5% dari target untuk issues kuartal I. Jadi semua on track meskipun tadi kita lihat dari sisi volatilitas market mungkin kita harus jaga," pungkasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa besarnya realisasi anggaran pembiayaan sejalan dengan melebarnya defisit APBN yang ditetapkan 5,7% atau setara Rp1.006,4 triliun pada tahun 2021.
Baca juga: Pasar Keuangan Membaik, Menkeu Optimis Banyak Investor Asing Masuk
"Defisit APBN kita dan realisasi pembiayaan kita Rp273 triliun, di mana penerbitan SBN (Surat Berharga Negara) secara neto Rp271,4 triliun. Itu melonjak tinggi karena kenaikan defisit," kata Sri dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (23/3/2021).
Sementara untuk pinjaman neto, dia mencatat terjadi penurunan yang cukup dalam yaitu 22,4% atau setara Rp1,6 triliun. Untuk pembiayaan investasi pun masih nihil, begitu juga dengan pemberian pinjaman, kewajiban penjaminan dan pembiayaan lainnya yang sampai akhir Februari 2021.
Baca juga: Utang Pemerintah Membengkak, Februari 2021 Tembus Rp6.361 Triliun
"Sehingga untuk Rp273 triliun mayoritas berasal dari penerbitan SBN neto kita, pembiayaan utang ini 91,5% dari target untuk issues kuartal I. Jadi semua on track meskipun tadi kita lihat dari sisi volatilitas market mungkin kita harus jaga," pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :