PLN Siap Pasok Listrik Blok Rokan untuk Jangka Panjang
Rabu, 24 Maret 2021 - 16:44 WIB
loading...
PLN tengah menyiapkan pasokan listrik andal untuk Blok Rokan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PLN sebagai pemegang Izin Usaha Penyaluran Tenaga Listrik (IUPTL) Blok Rokan sedang menyiapkan keandalan jangka panjang pasokan listrik dan uap wilayah kerja blok Rokan. Hal ini menindaklanjuti komitmen sinergitas antar BUMN yang ditandai dengan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) antara PLN dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Februari lalu.
Di sisi pasokan, kesiapan PLN didukung dengan sistem kelistrikan Pulau Sumatera saat ini yang memiliki Cadangan Daya sebesar 2.808 Megawatt (MW), dengan daya mampu sebesar 8.852 MW dan beban puncak sebesar 6.044 MW.
Selain itu, guna menjamin keandalan pasokan listrik dan uap, PLN akan membangun 5x100 MW converter yang 4 unit akan beroperasi secara kontinyu dan satu unit dalam posisi standby. Keandalan tersebut didukung dengan pasokan ke titik koneksi PLN-PHR melalui dua jalur transmisi 150 kV, yaitu dari sistem kelistrikan Pekanbaru (New Garuda Sakti-Balai Pungut) dan dari sistem kelistrikan Dumai (Duri-Balai Pungut). Baca Juga: Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Tak hanya itu, PLN juga menyiapkan skema pasokan cadangan apabila terjadi gangguan, dengan mengoptimalkan pembangkit eksisting di Balai Pungut dengan total daya mampu 250 MW. Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap Blok Rokan, PLN membagi dalam dua tahapan yakni masa transisi dan masa permanen.
"Sesuai SPJBTLU, masa layanan PLN dibagi menjadi dua, yaitu masa transisi hanya selama tiga tahun yang dimulai dari Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2024. Pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik eksisting yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Rokan," Jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR Agung Murdifi, Rabu (24/3/2021).
Di sisi pasokan, kesiapan PLN didukung dengan sistem kelistrikan Pulau Sumatera saat ini yang memiliki Cadangan Daya sebesar 2.808 Megawatt (MW), dengan daya mampu sebesar 8.852 MW dan beban puncak sebesar 6.044 MW.
Selain itu, guna menjamin keandalan pasokan listrik dan uap, PLN akan membangun 5x100 MW converter yang 4 unit akan beroperasi secara kontinyu dan satu unit dalam posisi standby. Keandalan tersebut didukung dengan pasokan ke titik koneksi PLN-PHR melalui dua jalur transmisi 150 kV, yaitu dari sistem kelistrikan Pekanbaru (New Garuda Sakti-Balai Pungut) dan dari sistem kelistrikan Dumai (Duri-Balai Pungut). Baca Juga: Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Tak hanya itu, PLN juga menyiapkan skema pasokan cadangan apabila terjadi gangguan, dengan mengoptimalkan pembangkit eksisting di Balai Pungut dengan total daya mampu 250 MW. Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap Blok Rokan, PLN membagi dalam dua tahapan yakni masa transisi dan masa permanen.
"Sesuai SPJBTLU, masa layanan PLN dibagi menjadi dua, yaitu masa transisi hanya selama tiga tahun yang dimulai dari Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2024. Pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik eksisting yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Rokan," Jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR Agung Murdifi, Rabu (24/3/2021).
Lihat Juga :