Bos PT Pos: BLT Jurus Pemerintah Pacu Ekonomi
Rabu, 24 Maret 2021 - 20:43 WIB
loading...
Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rachmad Djoemadi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong agar ekonomi lekas bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 salah satunya pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Kantor Pos. Penyaluran bantuan sosial tersebut guna meringankan beban keluarga yang terdampak pandemi Covid-19 ujungnya memacu gerak ekonomi nasional.
Dirut PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rachmad Djoemadi mengatakan bahwa penyaluran BST diberikan selama empat bulan, yakni Januari hingga April. Tahun ini, imbuhnya, Pos Indonesia menyalurkan bantuan dalam 3 tahapan. "Kita harapkan menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional dan memperkuat daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi nasional menjadi meningkat dan lebih baik," ujar dia, Rabu (24/3/2021).
Baca Juga: Jurus Kantor Pos Salurkan BLT Agar Tepat Sasaran
Adapun tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran masing-masing sebesar Rp28,709 triliun untuk PKH, Rp42,5 triliun untuk Program Sembako dan Rp12 triliun disalurkan untuk BST. Terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kebijakan counter-cyclical yang dilakukan pemerintah Indonesia dari sisi fiskal maupun moneter terus dilakukan untuk meminimalisir implikasi Covid-19 yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat serta bagi kegiatan perekonomian.
"Menurut saya situasinya sekarang sudah membaik setelah tahun lalu kita menerapkan stimulus fiskal. Kami mampu meminimalisir kerusakan ekonomi karena covid. Indonesia mengalami kontraksi sebesar minus 2,1% yang relatif kecil dibandingkan dengan negara Asia lainnya atau bahkan negara-negara G20 dalam hal kontraksi akibat Covid-19 ini," ujar dia.
Dirut PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rachmad Djoemadi mengatakan bahwa penyaluran BST diberikan selama empat bulan, yakni Januari hingga April. Tahun ini, imbuhnya, Pos Indonesia menyalurkan bantuan dalam 3 tahapan. "Kita harapkan menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional dan memperkuat daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi nasional menjadi meningkat dan lebih baik," ujar dia, Rabu (24/3/2021).
Baca Juga: Jurus Kantor Pos Salurkan BLT Agar Tepat Sasaran
Adapun tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran masing-masing sebesar Rp28,709 triliun untuk PKH, Rp42,5 triliun untuk Program Sembako dan Rp12 triliun disalurkan untuk BST. Terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kebijakan counter-cyclical yang dilakukan pemerintah Indonesia dari sisi fiskal maupun moneter terus dilakukan untuk meminimalisir implikasi Covid-19 yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat serta bagi kegiatan perekonomian.
"Menurut saya situasinya sekarang sudah membaik setelah tahun lalu kita menerapkan stimulus fiskal. Kami mampu meminimalisir kerusakan ekonomi karena covid. Indonesia mengalami kontraksi sebesar minus 2,1% yang relatif kecil dibandingkan dengan negara Asia lainnya atau bahkan negara-negara G20 dalam hal kontraksi akibat Covid-19 ini," ujar dia.
Lihat Juga :