Gelar RUPST, Bank BRI Bagikan Dividen Rp12,1 Triliun
Kamis, 25 Maret 2021 - 16:29 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2021 di Kantor Pusat BRI Jakarta. Dalam rapat tersebut, BRI menyetujui pembayaran dividen sebesar 65 persen dari laba bersih konsolidasian tahun 2020 sebesar Rp18,6 triliun.
Adapun dividen yang dibagikan BRI pada tahun ini mencapai Rp12,1 triliun. Sementara itu sisanya sebesar 35 persen atau sebesar Rp6,5 Triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.
"Dividen sebesar 65 persen atau Rp12,1 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai dibagikan kepada pemegang saham. Dividen bagian Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sekurang-kurangnya 56,75 persen saham atau sekurang-kurangnya sebessr Rp6,8 triliun akan disetorkan ke rekening kas umum negara," ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dalam video conference, Kamis (25/3/2021).
Baca juga: IHSG Akhir Sesi Parkir di Zona Merah, Melemah 4 Hari Beruntun
Catur menambahkan, rasio dividen tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta dalam rangka menjaga struktur modal yang kuat untuk ekspansi bisnis dan mengantisipasi risiko ke depan yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank.
Adapun dividen yang dibagikan BRI pada tahun ini mencapai Rp12,1 triliun. Sementara itu sisanya sebesar 35 persen atau sebesar Rp6,5 Triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.
"Dividen sebesar 65 persen atau Rp12,1 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai dibagikan kepada pemegang saham. Dividen bagian Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sekurang-kurangnya 56,75 persen saham atau sekurang-kurangnya sebessr Rp6,8 triliun akan disetorkan ke rekening kas umum negara," ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dalam video conference, Kamis (25/3/2021).
Baca juga: IHSG Akhir Sesi Parkir di Zona Merah, Melemah 4 Hari Beruntun
Catur menambahkan, rasio dividen tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta dalam rangka menjaga struktur modal yang kuat untuk ekspansi bisnis dan mengantisipasi risiko ke depan yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank.
Lihat Juga :