Masuki Masa Panen Raya, Kementan Sebut Harga Gabah Anjlok
Kamis, 25 Maret 2021 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mengamankan panen supaya terserap dengan baik. Bapak Mentan sudah mengirim surat ke Pak Buwas (Budi Waseso-Bulog), juga mengirim ke seluruh gubernur dan bupati agar menangani panen raya ini. Setelah panen harus percepat tanam lagi, sehingga kita bareng-bareng," jelas Suwandi.
Menurut dia, ada kesepakatan dengan Bulog untuk segera menyerap gabah petani. Jumlah yang akan diserap antara lain, Banten 35.000 ton gabah, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton, Indramayu 750 ton beras, dan Rembang 14.000 ton.
( Baca juga:Masih Tertutup Kapal Kandas, Mesir Setop Operasional Terusan Suez )
"Kondisi normal HPP GKG Rp4.200. Kalau nggak panen harga di atas itu, sekitar Rp4.600-4.700/kg. Sekarang sudah turun di beberapa lokasi tadi. Nah, kita hadir menangani ini di samping fokus produksi, dan bagaimana supaya petani kita ditolong jangan sampai harga jatuh di bawah HPP," tandasnya.
Menurut dia, ada kesepakatan dengan Bulog untuk segera menyerap gabah petani. Jumlah yang akan diserap antara lain, Banten 35.000 ton gabah, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton, Indramayu 750 ton beras, dan Rembang 14.000 ton.
( Baca juga:Masih Tertutup Kapal Kandas, Mesir Setop Operasional Terusan Suez )
"Kondisi normal HPP GKG Rp4.200. Kalau nggak panen harga di atas itu, sekitar Rp4.600-4.700/kg. Sekarang sudah turun di beberapa lokasi tadi. Nah, kita hadir menangani ini di samping fokus produksi, dan bagaimana supaya petani kita ditolong jangan sampai harga jatuh di bawah HPP," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :