Penerapan Akuntansi Akrual Sudah Dilirik Banyak Negara, Ini Manfaatnya

Sabtu, 27 Maret 2021 - 00:17 WIB
loading...
Penerapan Akuntansi...
Tren penerapan akuntansi berbasis akrual dalam sektor pemerintah terus berkembang di berbagai negara di dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tren penerapan akuntansi berbasis akrual dalam sektor pemerintah terus berkembang di berbagai negara di dunia. Dengan semakin berkualitasnya informasi yang didapatkan, maka pemerintah akan dapat mengambil keputusan yang efisien dan efektif di dalam pengelolaan keuangan negara.

Baca Juga: Kendalikan Anggaran, Pemda Diminta Perkuat Sistem Akuntansi Berbasis Akrual

Tren ini diawali oleh negara-negara anggota OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) misalnya Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Sedangkan negara Asia yang menggunakan basis akrual adalah Jepang, Korea Selatan dan Filipina.

Saat ini di Indonesia sudah diterapkan akuntasi seccara akrual walaupun belum dilakukan pada semua pelaporan keuangan pemerintahan. Banyak hal yang melatarbelakangi perkembangan basis akrual tersebut.

Negara-negara OECD menilai bahwa penggunaan basis akrual akan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas informasi laporan keuangan yang kemudian berguna dalam pengambilan keputusan serta akuntabilitas publik. Selain hal tersebut informasi keuangan yang akuntabel dan transparan pasti akan sangat mendukung proses pengawasan secara tepat.

Head of Public Sector ACCA, Alex Metcalfe menjelaskan, untuk transisi ke akuntansi akrual bisa juga meningkatkan kredibilitas fiskal pemerintah."Dengan menggunakan basis akrual maka dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di dalam pemerintah. Sebab informasi yang didapatkan lebih lengkap," jelas Alex.

Alex menambahkan penerapan sistem akuntansi berbasis akrual dalam pemerintahan harus dilakukan secara bertahap, berkesinambungan dan terpadu. Hasil dari penerapan sistem ini tidak dapat dilihat dalam waktu yang singkat.

"Basis akuntansi akrual memberikan manfaat yang lebih banyak dibandingkan dengan basis akuntansi yang lain, baik bagi pemerintah sendiri sebagai penyusun laporan keuangan maupun bagi pengguna laporan keuangan," terang Alex.

Hanya saja banyak tantangan dan isu terkait transisi ke basis akrual. Komitmen di level politik perlu untuk menerapkan akuntansi akrual. Sistem (teknologi) informasi yang sedang berjalan dan persiapan perubahannya juga harus dijaga.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto juga menambahkan dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah agar akuntasi akrual bisa diterapkan dalam sektor publik.

Kerjasama ACCA dan APSAE

Dalam seminar yang sama, ACCA resmi menunjuk Asosiasi Pengajar Akuntansi Sektor Publik (APSAE) sebagai Official Approved Learning Partner untuk pembelajaran CertIPSAS/ Certificate in International Public Sector Accounting Standards di Indonesia.

President of ACCA, Mark Millar FCCA mengaku kerjasama ini juga sesuai dengan visi ACCA dalam mengembangkan profesi akuntansi prefesional yang dibutuhkan di dunia.

Baca Juga: Pengamat: Standar Akuntansi Haruskan PLN Mencatat Unrealized Loss Jadi Beban Usaha

"Secara global, ACCA menawarkan program kualifikasi yang menjadi pilihan pertama bagi siswa di lebih dari 180 negara yang ingin memiliki karir yang sukses di bidang akuntansi, keuangan, dan manajemen," kata Mark.

ACCA (Association of Chartered Certified Accountant) yang didirikan pada tahun 1904 di Inggris adalah badan akuntansi professional global yang menawarkan kualifikasi Akuntan bersetifikat Chartered. ACCA memiliki total 700 ribu anggota dan pelajar di 178 negara.

Hani Karunia, Head of ACCA Indonesia menjelaskan penunjukkan Asosiasi Pengajar Akuntansi Sektor Publik (APSAE) sebagai Official Approved Learning Partner untuk pembelajaran CertIPSAS akan semakin mempererat hubungan antara dua lembaga.

"Kerjasama ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan akuntan profesional sehingga industri di Indonesia dan para akuntan di Indonesia dapat bersaing dan bahkan mengambil peran utama di pasar global," kata Hani.

Mohammad Mahsun, Chairman of APSAE mengaku bangga akan kerjasama antara ACCA dan APSAE. “Tentunya sertifikat internasional tersebut akan sangat bermanfaat bagi perkembangan SDM sektor akuntansi pemerintahan di Indonesia secara khusus dan SDM Indonesia pada umumnya,” kata M Mahsun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
Rugi RAAM Menyempit...
Rugi RAAM Menyempit Jadi Rp54,30 Miliar, 2025 Jadi Tahun Konsolidasi
KPIG Pacu Ekspansi Proyek...
KPIG Pacu Ekspansi Proyek Strategis, Pendapatan Tumbuh Solid 47,7% di 2025
MARK Bukukan Margin...
MARK Bukukan Margin Lebih Tinggi di 2025, Tunjukkan Kualitas Laba Meningkat
Sistem Pelaporan Satu...
Sistem Pelaporan Satu Pintu Perkuat Peran Strategis Akuntan Publik
Raih Doktor Ekonomi...
Raih Doktor Ekonomi di Universitas Trisakti, Sabar L Tobing Tawarkan Gagasan Pajak Digital
Cerita Yosef, Siswa...
Cerita Yosef, Siswa NTT yang Merantau 6 Tahun Demi Lolos UTBK SNBT 2026 di IPB
10 Jurusan Kuliah Bergaji...
10 Jurusan Kuliah Bergaji Tinggi, dari Teknik Nuklir hingga Ekonomi
Rekomendasi
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved