Hitung Produktivitas, Kementan Dorong Petani Terapkan Metode Ubinan

Senin, 29 Maret 2021 - 06:04 WIB
loading...
Hitung Produktivitas,...
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengimbau penyuluh terus ke lapangan mendampingi petani berproduksi. (Foto: Dok. Kementan)
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani didampingi penyuluh menerapkan metode ubinan. Metode ubinan merupakan survei yang lazim digunakan untuk mengetahui produktivitas tanaman pangan per hektare (ha).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menilai ubinan atau pengambilan sampel mutlak dilakukan agar tidak ada perbedaan data. Misalnya definisi lahan baku sawah yang bergeser penggunaannya untuk menanam jagung.

(Baca juga:Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian)

“Definisi terhadap sawah, misalnya, kalau tanam jagung, masih sawah kan namanya? Definisi itu dilakukan penyesuaian di pertanian apapun tanaman di dalamnya. Lahan itu lahan baku sawah,” kata Mentan Syahrul tentang pentingnya data pertanian untuk input program dan kebijakan Kementan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2021).

Sebagaimana diketahui, metode ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen. Penerapannya tergolong mudah dan sederhana, dengan rumus hasil ubinan dikalikan luasan per ha dan jumlah luasan ubinan sama dengan jumlah hasil panen per ha.

(Baca juga:Jaga Ambang Ekonomi, Kementan Latih Petani Analisis Kerusakan Tanaman)

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang pentingnya kegiatan pengubinan. Guna memastikan petani dan penyuluh tetap di lapangan dengan mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi.

“Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan,” kata Dedi.

(Baca juga:Masuki Masa Panen Raya, Kementan Sebut Harga Gabah Anjlok)

Metode ubinan dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana, cukup dengan mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil per petak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya.

Seruan tersebut dilaksanakan petani di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, baru-baru ini. Dedi Nursamsi bersama penyuluh CPNS Anindira Renintadarti, dan Koordinator Jojo Suharjo mendampingi petani menerapkan metode ubinan.

(Baca juga:Bersinergi dengan Daerah, Kementan Kembangkan Kawasan Pertanian 4.0)

Dedi Nursyamsi mengimbau agar penyuluh bisa terus turun ke lapangan dan mendampingi petani serta memastikan produksi pertanian. “Jangan sampai terlena dengan panen yang sudah didapat. Jangan sampai lahan didiamkan terlalu lama, lakukan percepatan tanam,” katanya.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Kolaborasi Swasta dan...
Kolaborasi Swasta dan Petani Hasilkan 10 Ton Padi per Hektar di Subang
RSI dan PTPN IV PalmCo...
RSI dan PTPN IV PalmCo Panen Perdana Padi Gogo di Jambi
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Berkat Pendampingan,...
Berkat Pendampingan, Panen Padi Kelompok Harapan Bersama Capai 38,5 Ton
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
PGN dan BRIN Dongkrak...
PGN dan BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Padi Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Panen Padi dan Tanam...
Panen Padi dan Tanam Pohon Kelapa di Blora, GP Ansor: Wujudkan Ketahanan Pangan
Rekomendasi
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Berita Terkini
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved