Kabar Baik Bunda, BLT Rp5,6 Triliun Sudah Cair Lewat Kantor Pos
Senin, 29 Maret 2021 - 19:17 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus mengalokasikan Anggaran Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada tahun 2021 yang mencapai Rp699,4 triliun atau sekitar USD49,6 miliar. Program tersebut mencakup sektor kesehatan dan perlindungan sosial, dukungan UMKM dan pembiayaan perusahaan, serta insentif bisnis.
Adapun dana itu mencakup program bantuan sosial tunai (BST) atu bantuan langsung tunai (BLT) yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia (Persero). Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rahmad Djoemadi mengatakan bahwa adalah sebuah inStrumen penting memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Bos PT Pos: BLT Jurus Pemerintah Pacu Ekonomi
Menurut dia Pos Indonesia bukan hanya sekedar memberikan penawaran jasa untuk distribusi tetapi juga kerja sosial dan pelayan masyarakat. "BST ini penting karena merupakan program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi kerakyatan. Kita memastikan 100 persen sampai ke tangan keluarga penerima manfaat (KPM). Tim satgas bekerja keras dalam memonitor penyaluran bantuan," kata Faizal, Senin (29/3/2021).
Dia menandaskan proses pendistribusian bantuan sosial yang panjang tentu menyita sumber daya dan menjadi tantangan tersendiri. Sebab itu, Pos Indonesia perlu melakukan perencanaan transisi manajemen untuk memprioritaskan proses penyaluran BST. "Pos Indonesia mendukung usaha percepatan pemulihan ekonomi, lebih cepat, lebih baik. Kami mendukung program-program dan kebijakan dari pemerintah dalam memperkuat kembali ekonomi nasional," kata Faizal.
Adapun dana itu mencakup program bantuan sosial tunai (BST) atu bantuan langsung tunai (BLT) yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia (Persero). Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rahmad Djoemadi mengatakan bahwa adalah sebuah inStrumen penting memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Bos PT Pos: BLT Jurus Pemerintah Pacu Ekonomi
Menurut dia Pos Indonesia bukan hanya sekedar memberikan penawaran jasa untuk distribusi tetapi juga kerja sosial dan pelayan masyarakat. "BST ini penting karena merupakan program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi kerakyatan. Kita memastikan 100 persen sampai ke tangan keluarga penerima manfaat (KPM). Tim satgas bekerja keras dalam memonitor penyaluran bantuan," kata Faizal, Senin (29/3/2021).
Dia menandaskan proses pendistribusian bantuan sosial yang panjang tentu menyita sumber daya dan menjadi tantangan tersendiri. Sebab itu, Pos Indonesia perlu melakukan perencanaan transisi manajemen untuk memprioritaskan proses penyaluran BST. "Pos Indonesia mendukung usaha percepatan pemulihan ekonomi, lebih cepat, lebih baik. Kami mendukung program-program dan kebijakan dari pemerintah dalam memperkuat kembali ekonomi nasional," kata Faizal.
Lihat Juga :