McAfee: Penggunaan Cloud di Perusahaan Rentan Kejahatan Siber
Senin, 29 Maret 2021 - 22:58 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - McAfee Corp (Nasdaq: MCFE) menemukan adanya kaitan erat antara peningkatan serangan terhadap layanan cloud yang digunakan berbagai perusahaan dengan meningkatnya penggunaan layanan tersebut akibat transformasi digital yang dipicu pandemi. Ancaman juga memanfaatkan celah keamanan yang disebabkan “Shadow IT” sehingga diperlukan solusi keamanan baru yang mampu mendeteksinya, yaitu Cloud Access Security Broker (CASB).
Tahun 2020 lalu merupakan tahun yang telah mengubah banyak hal, dari pembatasan sosial hingga peralihan sebagian besar aktivitas sehari-hari ke ranah online. McAfee melihat adanya tren kenaikan sebanyak 50% dalam penggunaan cloud di perusahaan pada empat bulan pertama tahun 2020 yang lalu.
Peningkatan tersebut sangat terlihat di layanan kolaborasi seperti Microsoft O365 (123%), Cisco Webex (600%), Zoom (350%), Microsoft Teams (300%), dan Slack (200%). ( Baca juga:Ini Pentingnya Inovasi Cloud Demi Dukung Stabilitas Bisnis Digital )
Sedangkan menurut data IDC, perusahaan di Asia Pasifik, khususnya di Indonesia, berencana meningkatkan penggunaan cloud sebesar lebih dari 40% sejak kuartal ketiga 2020 lalu seiring dengan terjadinya percepatan transformasi digital dalam perusahaan.
Di tahun 2021, dengan sebagian besar perusahaan menerapkan sistem kerja jarak jauh atau remote, maka penggunaan platform cloud juga akan semakin meningkat lagi.
Semakin banyak layanan cloud yang digunakan perusahaan, artinya lebih banyak peluang bagi pelaku kejahatan siber, sehingga jumlah serangan juga meningkat. Di akhir tahun 2020, McAfee melalui platform MVISION menyaksikan adanya lonjakan serangan pada akun dan layanan cloud yang digunakan oleh berbagai perusahaan di dunia sebesar 630% secara keseluruhan di beberapa sektor seperti transportasi (1,350%), pendidikan (1,114%), pemerintahan (773%), manufaktur (679%), layanan keuangan (571%), dan energi dan utilitas (472%).
Tahun 2020 lalu merupakan tahun yang telah mengubah banyak hal, dari pembatasan sosial hingga peralihan sebagian besar aktivitas sehari-hari ke ranah online. McAfee melihat adanya tren kenaikan sebanyak 50% dalam penggunaan cloud di perusahaan pada empat bulan pertama tahun 2020 yang lalu.
Peningkatan tersebut sangat terlihat di layanan kolaborasi seperti Microsoft O365 (123%), Cisco Webex (600%), Zoom (350%), Microsoft Teams (300%), dan Slack (200%). ( Baca juga:Ini Pentingnya Inovasi Cloud Demi Dukung Stabilitas Bisnis Digital )
Sedangkan menurut data IDC, perusahaan di Asia Pasifik, khususnya di Indonesia, berencana meningkatkan penggunaan cloud sebesar lebih dari 40% sejak kuartal ketiga 2020 lalu seiring dengan terjadinya percepatan transformasi digital dalam perusahaan.
Di tahun 2021, dengan sebagian besar perusahaan menerapkan sistem kerja jarak jauh atau remote, maka penggunaan platform cloud juga akan semakin meningkat lagi.
Semakin banyak layanan cloud yang digunakan perusahaan, artinya lebih banyak peluang bagi pelaku kejahatan siber, sehingga jumlah serangan juga meningkat. Di akhir tahun 2020, McAfee melalui platform MVISION menyaksikan adanya lonjakan serangan pada akun dan layanan cloud yang digunakan oleh berbagai perusahaan di dunia sebesar 630% secara keseluruhan di beberapa sektor seperti transportasi (1,350%), pendidikan (1,114%), pemerintahan (773%), manufaktur (679%), layanan keuangan (571%), dan energi dan utilitas (472%).
Lihat Juga :