Produsen Sari Roti Raup Laba Bersih Rp215,1 Miliar
Rabu, 31 Maret 2021 - 08:41 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatatkan laba bersih senilai Rp215,1 miliar sepanjang tahun 2020. Produsen roti dengan merek Sari Roti ini tetap menjaga Net Profit Margin pada level yang sehat 6,7 persen.
Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arlina Sofia menyampaikan, meskipun ditengah terpaan pandemi Covid-19 , pada tahun 2020 Perseroan meraih Penjualan Bersih Konsolidasian sebesar Rp3,21 triliun.
Pencapaian ini didukung dengan Penjualan yang kuat dari kanal tradisional (General Trade) yang meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp947 miliar.
"Strategi untuk berfokus pada wilayah perumahan dengan memperkenalkan moda pemesanan produk yang lebih mudah melalui Whatsapp dan Chatbot telah memberikan hasil yang sangat positif," ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (31/3/2021).
Baca juga: GeNose Jadi Syarat Perjalanan Mulai 1 April, Epidemiolog: Terburu-buru dan Berbahaya
Dia menambahkan, penjualan pada kanal modern (Modern Trade) tetap menjadi kontributor terbesar bagi Perseroan. Dengan menerapkan strategi promosi yang tepat, Perseroan telah mampu meredakan dampak negatif dari pengurangan jam operasional outlet dan frekuensi belanja konsumen yang menurun sehingga Kanal Modern membukukan Penjualan Rp2,2 triliun di tahun 2020.
“Memang Penjualan konsolidasian tahun 2020 sedikit menurun dari periode sebelumnya, tetapi dengan mempertimbangkan kondisi pandemi dan operasional Filipina yang hanya kontribusi 8 bulan sebelum divestasi pada September lalu, kami melihat kinerja tahun 2020 sebagai prestasi yang baik,” kata dia.
Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arlina Sofia menyampaikan, meskipun ditengah terpaan pandemi Covid-19 , pada tahun 2020 Perseroan meraih Penjualan Bersih Konsolidasian sebesar Rp3,21 triliun.
Pencapaian ini didukung dengan Penjualan yang kuat dari kanal tradisional (General Trade) yang meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp947 miliar.
"Strategi untuk berfokus pada wilayah perumahan dengan memperkenalkan moda pemesanan produk yang lebih mudah melalui Whatsapp dan Chatbot telah memberikan hasil yang sangat positif," ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (31/3/2021).
Baca juga: GeNose Jadi Syarat Perjalanan Mulai 1 April, Epidemiolog: Terburu-buru dan Berbahaya
Dia menambahkan, penjualan pada kanal modern (Modern Trade) tetap menjadi kontributor terbesar bagi Perseroan. Dengan menerapkan strategi promosi yang tepat, Perseroan telah mampu meredakan dampak negatif dari pengurangan jam operasional outlet dan frekuensi belanja konsumen yang menurun sehingga Kanal Modern membukukan Penjualan Rp2,2 triliun di tahun 2020.
“Memang Penjualan konsolidasian tahun 2020 sedikit menurun dari periode sebelumnya, tetapi dengan mempertimbangkan kondisi pandemi dan operasional Filipina yang hanya kontribusi 8 bulan sebelum divestasi pada September lalu, kami melihat kinerja tahun 2020 sebagai prestasi yang baik,” kata dia.
Lihat Juga :