Makin Pede Setelah Divaksin, Mitra Gojek Tak Abaikan Protokol Kesehatan
Rabu, 31 Maret 2021 - 23:41 WIB
loading...
A
A
A
Di kesempatan berbeda, Torang Doloksaribu (59), salah satu mitra pengemudi asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang telah menjalani vaksin tahap pertama pekan lalu mengakui peran Gojek sebagai penyedia layanan publik sangat besar, terutama dalam memberikan perlindungan yang maksimal bagi mitra pengemudinya. Torang juga mengatakan notifikasi mengenai vaksinasi itu didapatnya langsung dari Gojek.
Dia mendapatkan vaksinasi tahap pertama Bersama sekitar 200 mitra pengemudi Gojek lainnya di Balikpapan.“Sejauh ini, saya merasa Gojek sangat proaktif dalam melindungi kesehatan dan keselamatan mitra pengemudi. Jauh sebelum merebaknya Covid, kami juga sudah difasilitasi dengan masker dan sebagainya. Lalu setelah Covid merebak, kami difasilitasi dengan masker dan HS, dan kendaraan kami diberikan disinfektan sepekan sekali. Kini sejak awal diumumkan rencana vaksinasi, Gojek sudah aktif melakukan sosialisasi,” ujarnya kepada media.
Menurut Torang, sebagai perusahaan layanan publik, awak transportasi umum harus menjadi prioritas untuk memperoleh vaksin karena mereka senantiasa berinteraksi dengan masyarakat luas. Saat ini, pemda setempat dilihat dia juga sudah menunjukkan perhatiannya terhadap pentingnya vaksinasi bagi pekerja layanan publik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih menyatakan, vaksinasi terhadap pengemudi angkutan online dilakukan karena mereka termasuk kelompok beresiko untuk ditularkan dan menularkan, sehingga harus diberikan kekebalan secara lakukan bertahap.
"Namun kami juga mengingatkan setelah vaksinasi para mitra Gojek harus patuh dengan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M," ujarnya.
Siti juga mengapresiasi Gojek dengan insiatif protokol J3K-nya. Hal itu sesuai dengan harapan pemerintah daerah agar pelaku usaha turut membantu pencegahan penyebaran virus corona.
"Inisiatif tersebut membantu melindungi mitra dan pengguna, karena mereka juga beresiko, siapa tahu ada yang positif tanpa gejala, dan sekat pembatas juga memberikan ketenangan kepada para penumpang," ungkap Siti Wahyuningsih dalam acara vaksinasi pengemudi taksi dan ojek online di Balai Kota Surakarta.
Dia mendapatkan vaksinasi tahap pertama Bersama sekitar 200 mitra pengemudi Gojek lainnya di Balikpapan.“Sejauh ini, saya merasa Gojek sangat proaktif dalam melindungi kesehatan dan keselamatan mitra pengemudi. Jauh sebelum merebaknya Covid, kami juga sudah difasilitasi dengan masker dan sebagainya. Lalu setelah Covid merebak, kami difasilitasi dengan masker dan HS, dan kendaraan kami diberikan disinfektan sepekan sekali. Kini sejak awal diumumkan rencana vaksinasi, Gojek sudah aktif melakukan sosialisasi,” ujarnya kepada media.
Menurut Torang, sebagai perusahaan layanan publik, awak transportasi umum harus menjadi prioritas untuk memperoleh vaksin karena mereka senantiasa berinteraksi dengan masyarakat luas. Saat ini, pemda setempat dilihat dia juga sudah menunjukkan perhatiannya terhadap pentingnya vaksinasi bagi pekerja layanan publik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih menyatakan, vaksinasi terhadap pengemudi angkutan online dilakukan karena mereka termasuk kelompok beresiko untuk ditularkan dan menularkan, sehingga harus diberikan kekebalan secara lakukan bertahap.
"Namun kami juga mengingatkan setelah vaksinasi para mitra Gojek harus patuh dengan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M," ujarnya.
Siti juga mengapresiasi Gojek dengan insiatif protokol J3K-nya. Hal itu sesuai dengan harapan pemerintah daerah agar pelaku usaha turut membantu pencegahan penyebaran virus corona.
"Inisiatif tersebut membantu melindungi mitra dan pengguna, karena mereka juga beresiko, siapa tahu ada yang positif tanpa gejala, dan sekat pembatas juga memberikan ketenangan kepada para penumpang," ungkap Siti Wahyuningsih dalam acara vaksinasi pengemudi taksi dan ojek online di Balai Kota Surakarta.
Lihat Juga :