Produk UMKM Banten Diminati Kawasan Timur Tengah

Sabtu, 03 April 2021 - 18:00 WIB
loading...
Produk UMKM Banten Diminati...
Foto/IstiMaulidya/SINDOnews
A A A
TANGERANG - Produk hasil karya industri kreatif dan UMKM asal Banten rupanya dinilai layak menembus pasar internasional. Pasalnya, banyak produk dari daerah tersebut yang memiliki ciri khas dan sesuai dengan minat pasar internasional, terutama kawasan Timur Tengah .

Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) Muhammad Hasan Gaido menyatakan bahwa masyarakat di negara Timur Tengah lebih tertarik pada kerajinan tangan seperti ukiran kayu jati. Dia pun mendorong agar pelaku UMKM bisa meningkatkan kualitas produk dan juga menggencarkan promosi di berbagai platform. ( Baca juga:Iran Tolak Pertemuan dengan AS di Wina )

"Kalau saya lihat produk UMKM dari Banten ini sudah layak ekspor. Dilihat dari produknya sesuai dengan selera pasar internasional, terutama di negara Timur Tengah," jelasnya pada Sabtu (3/4/2021).

Bahkan, produk UMKM asal Banten diyakini bisa laku keras sebab masyarakat di Timur Tengah tidak segan mengeluarkan uang untuk membeli produk yang dinilai unik. Hal ini menjadi kelebihan bagi para pelaku industri kreatif untuk menonjolkan ciri khas daerah yang tidak dimiliki produk dari negara lain.

"Mereka itu begitu suka dengan produknya pasti dibeli. Itulah keuntungan kita karena produk kita ini punya perbedaan dan keunikan sendiri, dan mereka berani bayar untuk itu," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Agus Setiawan menegaskan bahwa Pemprov Banten akan memfasilitasi pelaku industri ekonomi kreatif dengan menyediakan galeri khusus sebagai wadah promosi agar produk yang dihasilkan dapat dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, adanya galeri tersebut diharapkan pendapatan dan perekonomian masyarakat Banten terus berjalan. ( Baca juga:Wagub Emil Kritik Bank Tolak Debitur Tambah Kredit )

“Kami memfasilitasi para pelaku industri ekonomi kreatif yang tergabung dalam UKAMI menyediakan Gallery Banten untuk mempromosikan dan menjual produk-produk pelaku industri ekonomi kreatif di Banten," ujar Agus.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Rekomendasi
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Denada Seru-Seruan Bareng...
Denada Seru-Seruan Bareng Limbad Meriahkan Road to Kilau Raya MNCTV di Klaten
Sambut Hari Kemerdekaan,...
Sambut Hari Kemerdekaan, The Margo Hotel Hadirkan Kuliner Bertema Harmony of Indonesia
Berita Terkini
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved