Percepat Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rel Buatan China Mulai Diangkut dari Cilacap

loading...
Percepat Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rel Buatan China Mulai Diangkut dari Cilacap
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Rel kereta cepat Jakarta-Bandung mulai dibawa menuju Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rel R.60 dengan panjang 50 meter sebanyak 60 batang tersebut dibawa oleh kereta milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rancaekek Kabupaten Bandung.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, rel tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan prasarana kereta cepat Jakarta - Bandung (KCJB) .

“Angkutan rel R.60 panjang 50 meter ini merupakan wujud dukungan penuh KAI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” ujarnya dalam keteranganya, Senin (5/4/2021).

Baca juga: PT KAI Belum Layani Tiket Mudik, Jadwal Perjalanan Tersedia Hanya Sampai 30 April

Rel tersebut didatangkan dari China menuju Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap. Kemudian rel tersebut dimuat ke atas KLB dengan rangkaian 12 Gerbong Datar di Stasiun Cilacap Pelabuhan.



KLB angkutan rel tersebut selanjutnya diberangkatkan dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rancaekek dan akan dibongkar di Depo Tegalluar, Rancaekek, untuk didistribusikan ke jalur KCJB. Seluruh proses tersebut berjalan dengan lancar. "Seluruh proses muat sampai dengan proses bongkar berjalan dengan lancar, aman, dan tepat waktu," kata Joni.

Rencananya, sebanyak 12.539 batang rel akan KAI angkut pada rute tersebut, dan seluruh rel bisa didistribusikan pada akhir September 2021. “Angkutan rel untuk proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung ini juga merupakan inovasi KAI dalam hal Angkutan Barang. Diharapkan seluruh proses angkutan rel ini berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu untuk mempercepat pembangunan proyek strategis nasional tersebut,” jelas Joni.

Baca juga: Mengejar Ilmu Baterai ke Negeri China

Sebelum melakukan angkutan rel tersebut, KAI telah melakukan beberapa tahapan uji coba. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan jalur rel pada titik-titik kritis atau lengkung yang dilewati serta kecepatan optimal kereta angkutannya.

Uji coba pertama dilakukan pada 26 Oktober 2020 tanpa muatan rel. Uji coba kedua dilakukan pada 6 November 2020 dengan muatan 10 batang rel, dan uji coba yang ketiga dilakukan pada 7 November 2020 dengan muatan 20 batang rel.



Sebab, berbeda dengan rel konvensional di Indonesia dimana rata-rata berjenis R.54 (berat 54 kg per 1 meternya), rel yang diangkut tersebut berjenis R.60 atau dengan berat 60 kg per 1 meternya. Di samping itu, rel yang akan digunakan di sepanjang trase KCJB tersebut memiliki panjang 50 meter tanpa sambungan.

Baca juga: Diguyur Stimulus, Buruh Minta Perusahaan Tak Lagi Cicil THR 2021

Panjang satuan rel didesain untuk mengurangi jumlah sambungan sehingga keamanan perjalanan pun meningkat. Saat ini rata-rata panjang satuan rel di Indonesia adalah 25 meter.

“Dalam rangkaian uji coba dan angkutan tersebut KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait seperti PT KCIC, tenaga ahli dari China (CARS), Sinohydro, dan Sinotrans," jelas Joni.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top