Percepat Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Rel Buatan China Mulai Diangkut dari Cilacap
Senin, 05 April 2021 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
KLB angkutan rel tersebut selanjutnya diberangkatkan dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rancaekek dan akan dibongkar di Depo Tegalluar, Rancaekek, untuk didistribusikan ke jalur KCJB. Seluruh proses tersebut berjalan dengan lancar. "Seluruh proses muat sampai dengan proses bongkar berjalan dengan lancar, aman, dan tepat waktu," kata Joni.
Rencananya, sebanyak 12.539 batang rel akan KAI angkut pada rute tersebut, dan seluruh rel bisa didistribusikan pada akhir September 2021. “Angkutan rel untuk proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung ini juga merupakan inovasi KAI dalam hal Angkutan Barang. Diharapkan seluruh proses angkutan rel ini berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu untuk mempercepat pembangunan proyek strategis nasional tersebut,” jelas Joni.
Baca juga: Mengejar Ilmu Baterai ke Negeri China
Sebelum melakukan angkutan rel tersebut, KAI telah melakukan beberapa tahapan uji coba. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan jalur rel pada titik-titik kritis atau lengkung yang dilewati serta kecepatan optimal kereta angkutannya.
Uji coba pertama dilakukan pada 26 Oktober 2020 tanpa muatan rel. Uji coba kedua dilakukan pada 6 November 2020 dengan muatan 10 batang rel, dan uji coba yang ketiga dilakukan pada 7 November 2020 dengan muatan 20 batang rel.
Rencananya, sebanyak 12.539 batang rel akan KAI angkut pada rute tersebut, dan seluruh rel bisa didistribusikan pada akhir September 2021. “Angkutan rel untuk proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung ini juga merupakan inovasi KAI dalam hal Angkutan Barang. Diharapkan seluruh proses angkutan rel ini berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu untuk mempercepat pembangunan proyek strategis nasional tersebut,” jelas Joni.
Baca juga: Mengejar Ilmu Baterai ke Negeri China
Sebelum melakukan angkutan rel tersebut, KAI telah melakukan beberapa tahapan uji coba. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan jalur rel pada titik-titik kritis atau lengkung yang dilewati serta kecepatan optimal kereta angkutannya.
Uji coba pertama dilakukan pada 26 Oktober 2020 tanpa muatan rel. Uji coba kedua dilakukan pada 6 November 2020 dengan muatan 10 batang rel, dan uji coba yang ketiga dilakukan pada 7 November 2020 dengan muatan 20 batang rel.
Lihat Juga :