Perang Dagang China dan Australia Memanas, Harga Batubara Acuan Naik
Selasa, 06 April 2021 - 08:58 WIB
loading...
Memanasnya perang dagang Australia dan China berpengaruh terhadap sejumlah harga komoditas global termasuk batubara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Memanasnya perang dagang Australia dan China berpengaruh terhadap sejumlah harga komoditas global termasuk batubara . Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan, tensi dagang tersebut berimbas positif karena naiknya permintaan batubara Indonesia ke China.
"Ini menjadi pemicu utama Harga Batubara Acuan (HBA) bulan April naik USD2,21 per ton menjadi USD86,68 dari bulan Maret lalu," jelas Agung di Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Baca Juga: Buron Setahun, Bos Batu Bara Samin Tan Ditangkap di Wilayah Jakarta
Memburuknya hubungan Australia - China dipicu saat Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul pandemi virus Corona pada April 2020. Sementara dari pihak Beijing menganggap hal tersebut bagian dari provokasi.
"Larangan tidak resmi atas impor batubara asal negeri Kangguru menyebabkan produksi dan logistik China ikut terganggu," ungkap Agung.
Pengurangan ekspor ini, sambung Agung, juga ditimbulkan oleh adanya gangguan pelabuhan NCIG di Newcastle. Apalagi sebagian besar ekspor Newcastle ditujukan ke pelanggan jangka panjang di Asia Timur, seperti China, Jepang dan Korea Selatan.
Batubara yang dikirim dari Newcastle sendiri merupakan batubara termal berkalori tinggi yang digunakan di pembangkit listrik, bersama dengan beberapa jenis batubara yang digunakan untuk membuat baja.
"Ini menjadi pemicu utama Harga Batubara Acuan (HBA) bulan April naik USD2,21 per ton menjadi USD86,68 dari bulan Maret lalu," jelas Agung di Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Baca Juga: Buron Setahun, Bos Batu Bara Samin Tan Ditangkap di Wilayah Jakarta
Memburuknya hubungan Australia - China dipicu saat Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul pandemi virus Corona pada April 2020. Sementara dari pihak Beijing menganggap hal tersebut bagian dari provokasi.
"Larangan tidak resmi atas impor batubara asal negeri Kangguru menyebabkan produksi dan logistik China ikut terganggu," ungkap Agung.
Pengurangan ekspor ini, sambung Agung, juga ditimbulkan oleh adanya gangguan pelabuhan NCIG di Newcastle. Apalagi sebagian besar ekspor Newcastle ditujukan ke pelanggan jangka panjang di Asia Timur, seperti China, Jepang dan Korea Selatan.
Batubara yang dikirim dari Newcastle sendiri merupakan batubara termal berkalori tinggi yang digunakan di pembangkit listrik, bersama dengan beberapa jenis batubara yang digunakan untuk membuat baja.
Lihat Juga :