SDM Transportasi Harus Ikuti Zaman, Menhub: Kemampuan Bahasa Inggris Mutlak
Rabu, 07 April 2021 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, bahwa saat ini di pasar kerja nasional dan internasional kebutuhan kompetensi berbahasa Inggris pun terus meningkat, seiring dengan peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru pada berbagai bidang usaha. Oleh karena itu, tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan serta penguasaan berbahasa Inggris sudah menjadi kewajiban dalam proses pembelajaran bagi Taruna dan Taruni Transportasi.
Karenanya, kata Menhub, dengan diselenggarkan ITEO 2021 dapat dijadikan sarana edukasi untuk terus mengasah dan meningkatkan tidak hanya kemampuan berbahasa asing, namun membentuk SDM transportasi yang memiliki keterampilan dalam critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.
"Melalui kegiatan ITEO ini, kita dapat bersama-sama menyatukan sikap, semangat, tekad dan langkah dalam membiasakan diri, mengasah kemampuan dalam penggunaan Bahasa Inggris. Saya berharap penyelenggaraan ini juga memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam berkompetisi dengan adil dan menjungjung tinggi sportifitas," kata Menhub.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta selaku Ketua Penyelenggara ITEO 2021, Amiruddin menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah dapat menggali, mengasah kemampuan bahasa Inggris, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan hardskill dan softskill dalam berbahasa Inggris. Dan bagi tenaga pengajar di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM) Perhubungan dapat melakukan praktik langsung menjadi Adjudicator.
"Sejak dibukanya pendaftaran peserta pada tanggal 23 Maret sampai dengan 3 April lalu, ITEO Tahun 2021 akan diikuti oleh 23 sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan, yang telah mendaftarkan sejumlah 355 taruna dan taruni sebagai peserta lomba," katanya.
Karenanya, kata Menhub, dengan diselenggarkan ITEO 2021 dapat dijadikan sarana edukasi untuk terus mengasah dan meningkatkan tidak hanya kemampuan berbahasa asing, namun membentuk SDM transportasi yang memiliki keterampilan dalam critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.
"Melalui kegiatan ITEO ini, kita dapat bersama-sama menyatukan sikap, semangat, tekad dan langkah dalam membiasakan diri, mengasah kemampuan dalam penggunaan Bahasa Inggris. Saya berharap penyelenggaraan ini juga memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam berkompetisi dengan adil dan menjungjung tinggi sportifitas," kata Menhub.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta selaku Ketua Penyelenggara ITEO 2021, Amiruddin menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah dapat menggali, mengasah kemampuan bahasa Inggris, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan hardskill dan softskill dalam berbahasa Inggris. Dan bagi tenaga pengajar di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM) Perhubungan dapat melakukan praktik langsung menjadi Adjudicator.
"Sejak dibukanya pendaftaran peserta pada tanggal 23 Maret sampai dengan 3 April lalu, ITEO Tahun 2021 akan diikuti oleh 23 sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan, yang telah mendaftarkan sejumlah 355 taruna dan taruni sebagai peserta lomba," katanya.
Lihat Juga :