Menparekraf Optimis Wisata Di Anyer Bisa Bangkit Kembali
Kamis, 08 April 2021 - 00:04 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan Anyer ini juga terpengaruh pandemi karena sepi pengunjung. Pihaknya akan klasifikasi zona dengan berkolaborasi, menurunnya wisatawan ke Anyer dari angka 17% di Juni 2020 dan naik menjadi 33% di akhir bulan Februari 2021.
"Kita harapkan ini bisa menjadi kesempatan dan titik balik kita agar rebound. Agar Anyer menjadi destinasi wisata pilihan karena tidak terlalu jauh dari Jakarta hanya sekitar 120 kilometer. Saya harapkan Anyer dan Provinsi Banten bisa menyiapkan diri menjadi destinasi wisata pilihan, karena konsep personalize, customize, localize, smaller in size ini yang sangat cocok untuk Anyer dan Banten," ungkap Sandiaga Uno.
Para pelaku usaha menyebutkan selama 20 tahun tidak bisa mencapai tingkat optimal salah satunya karena infrastruktur dari segi Aksesibilitas, dan dari segi pengelolaan destinasi secara holistik. Jika ada perbaikan dari segi peningkatan demand maka akan datang investasi di sini dan akan ada pengembangan.
"Bagaimana pemerintah bisa memberikan kebijakan yang kondusif kepada iklim investasi di sektor pariwisata.
Kita ingin menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ada kesulitan untuk mendapatkan klarifikasi dari segi zona. Karena disana Zona Hijau. Kita akan berkomunikasi dengan pihak pengelola hotel, sehingga bisa ada klarifikasi tersebut," lanjut Sandiaga Uno.
Ia mengungkapkan Marbella ini ramai di weekend.
Untuk itu Menparekraf mendorong agar event-event di Anyer semakin menambah minat wisatawan datang khusus melalui Mice.
"Seperti kita ketahui dana PEN itu di Rp 600 triliun lebih, apabila sebagian bisa direlokasi menjadi kegiatan Mice, akan membantu destinasi-destinasi wisata di Pantai Anyer ini. Marbella Hotel ini sudah mendapatkan sertifikasi CHSE, Tanjung Lesung juga sudah, tapi banyak yang belum. Saya mendorong agar untuk menerapkan CHSE sebagai bagian dari protokol kesehatan Covid-19 yang ketat dan disiplin,," jelas Sandiaga Uno.
Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan masing-masing kepala dinas se-kabupaten kota se-provinsi Banten. Rencananya tahun ini akan sertifikasi 7.500 namun ini masih kurang sekali.
"Kita harapkan ini bisa menjadi kesempatan dan titik balik kita agar rebound. Agar Anyer menjadi destinasi wisata pilihan karena tidak terlalu jauh dari Jakarta hanya sekitar 120 kilometer. Saya harapkan Anyer dan Provinsi Banten bisa menyiapkan diri menjadi destinasi wisata pilihan, karena konsep personalize, customize, localize, smaller in size ini yang sangat cocok untuk Anyer dan Banten," ungkap Sandiaga Uno.
Para pelaku usaha menyebutkan selama 20 tahun tidak bisa mencapai tingkat optimal salah satunya karena infrastruktur dari segi Aksesibilitas, dan dari segi pengelolaan destinasi secara holistik. Jika ada perbaikan dari segi peningkatan demand maka akan datang investasi di sini dan akan ada pengembangan.
"Bagaimana pemerintah bisa memberikan kebijakan yang kondusif kepada iklim investasi di sektor pariwisata.
Kita ingin menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ada kesulitan untuk mendapatkan klarifikasi dari segi zona. Karena disana Zona Hijau. Kita akan berkomunikasi dengan pihak pengelola hotel, sehingga bisa ada klarifikasi tersebut," lanjut Sandiaga Uno.
Ia mengungkapkan Marbella ini ramai di weekend.
Untuk itu Menparekraf mendorong agar event-event di Anyer semakin menambah minat wisatawan datang khusus melalui Mice.
"Seperti kita ketahui dana PEN itu di Rp 600 triliun lebih, apabila sebagian bisa direlokasi menjadi kegiatan Mice, akan membantu destinasi-destinasi wisata di Pantai Anyer ini. Marbella Hotel ini sudah mendapatkan sertifikasi CHSE, Tanjung Lesung juga sudah, tapi banyak yang belum. Saya mendorong agar untuk menerapkan CHSE sebagai bagian dari protokol kesehatan Covid-19 yang ketat dan disiplin,," jelas Sandiaga Uno.
Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan masing-masing kepala dinas se-kabupaten kota se-provinsi Banten. Rencananya tahun ini akan sertifikasi 7.500 namun ini masih kurang sekali.
Lihat Juga :