Plafon KUR Naik Tanpa Jaminan Disambut Baik, Diyakini Bakal Genjot Produktivitas

loading...
Plafon KUR Naik Tanpa Jaminan Disambut Baik, Diyakini Bakal Genjot Produktivitas
Langkah pemerintah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dengan bunga 6% diyakini dapat berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Langkah pemerintah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dengan bunga 6% diyakini dapat berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional. Dimana meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan ini bisa mendorong akselerasi UMKM .

“KUR tanpa jaminan ini dapat mengakselerasi pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk kembali bangkit dan mengembangkan usahanya dengan kemudahan penyaluran modal yang telah diberikan pemerintah. Terlebih, sektor UMKM sendiri berkontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 60 persen dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 96 persen,” kata Pengamat ekonomi Bank Permata, Josua Pardede.

Baca Juga: Batas Pinjaman KUR Dinaikkan, Menteri Teten: Biar UMKM Cepat Naik Kelas

Josua menilai strategi pemerintah dalam memberikan program stimulus UMKM dapat memberikan dampak positif bagi produktivitas dalam negeri. Kemudian, dari sisi permintaan pemerintah telah memberikan keringanan PPnBM, kemudahan KPR, dan suku bunga yang turun dari tujuh persen menjadi 6 persen.

“Berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah, mulai dari sisi permintaan hingga sisi produsen melalui stimulasi KUR ini menjadi kombinasi kebijakan yang tepat untuk membangun kepercayaan masyarakat, sehingga mendukung peningkatan daya beli,” ungkap Josua.



Namun demikian, Josua mengatakan, pemberian modal yang dipermudah serta stimulasi lainnya perlu diikuti dengan pembinaan dan pendampingan oleh pemerintah.

“Pemerintah harus memastikan UMKM dapat meningkatkan kualitas produksinya dan bisa berdaya saing dengan memanfaatkan e-commerce sebagai platform pemasarannya. Sehingga strategi stimulus yang diberikan mampu menciptakan produktivitas ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja yang lebih luas,” tutup Josua

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengumumkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dengan bunga 6 persen.

Baca Juga: Sosialisasikan Program Insentif bagi UMKM, Koperasi, dan Sektor Pariwisata Guna Pemulihan Ekonomi Nasional

Langkah tersebut seiring dengan komitmen pemerintah untuk terus berusaha memberikan relaksasi kepada UMKM dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan.



“Arahan Bapak Presiden tentu terkait dengan KUR yang tanpa jaminan yang selama ini angkanya antara di bawah Rp50 juta ini untuk tingkatkan plafonnya menjadi Rp100 juta. Jadi sekali lagi bahwa yang tanpa jaminan dari Rp50 juta dinaikkan menjadi Rp100 juta,” ujar Menko Airlangga dalam konferensi virtual di Jakarta, Senin (5/4/2021).

Sementara itu, kata Menko Airlangga, untuk KUR bagi UMKM, yang semula hanya berkisar Rp500 juta hingga Rp10 miliar, ditingkatkan menjadi Rp500 juta hingga maksimal Rp20 miliar. Program tersebut menjadi paket Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terbaru selama masa pandemi Covid-19.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top