Plafon KUR Naik Tanpa Jaminan Disambut Baik, Diyakini Bakal Genjot Produktivitas
Kamis, 08 April 2021 - 02:28 WIB
loading...
Langkah pemerintah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dengan bunga 6% diyakini dapat berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Langkah pemerintah menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dengan bunga 6% diyakini dapat berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional. Dimana meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan ini bisa mendorong akselerasi UMKM .
“KUR tanpa jaminan ini dapat mengakselerasi pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk kembali bangkit dan mengembangkan usahanya dengan kemudahan penyaluran modal yang telah diberikan pemerintah. Terlebih, sektor UMKM sendiri berkontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 60 persen dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 96 persen,” kata Pengamat ekonomi Bank Permata, Josua Pardede.
Baca Juga: Batas Pinjaman KUR Dinaikkan, Menteri Teten: Biar UMKM Cepat Naik Kelas
Josua menilai strategi pemerintah dalam memberikan program stimulus UMKM dapat memberikan dampak positif bagi produktivitas dalam negeri. Kemudian, dari sisi permintaan pemerintah telah memberikan keringanan PPnBM, kemudahan KPR, dan suku bunga yang turun dari tujuh persen menjadi 6 persen.
“Berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah, mulai dari sisi permintaan hingga sisi produsen melalui stimulasi KUR ini menjadi kombinasi kebijakan yang tepat untuk membangun kepercayaan masyarakat, sehingga mendukung peningkatan daya beli,” ungkap Josua.
Namun demikian, Josua mengatakan, pemberian modal yang dipermudah serta stimulasi lainnya perlu diikuti dengan pembinaan dan pendampingan oleh pemerintah.
“Pemerintah harus memastikan UMKM dapat meningkatkan kualitas produksinya dan bisa berdaya saing dengan memanfaatkan e-commerce sebagai platform pemasarannya. Sehingga strategi stimulus yang diberikan mampu menciptakan produktivitas ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja yang lebih luas,” tutup Josua
“KUR tanpa jaminan ini dapat mengakselerasi pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk kembali bangkit dan mengembangkan usahanya dengan kemudahan penyaluran modal yang telah diberikan pemerintah. Terlebih, sektor UMKM sendiri berkontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 60 persen dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 96 persen,” kata Pengamat ekonomi Bank Permata, Josua Pardede.
Baca Juga: Batas Pinjaman KUR Dinaikkan, Menteri Teten: Biar UMKM Cepat Naik Kelas
Josua menilai strategi pemerintah dalam memberikan program stimulus UMKM dapat memberikan dampak positif bagi produktivitas dalam negeri. Kemudian, dari sisi permintaan pemerintah telah memberikan keringanan PPnBM, kemudahan KPR, dan suku bunga yang turun dari tujuh persen menjadi 6 persen.
“Berbagai kemudahan yang telah diberikan pemerintah, mulai dari sisi permintaan hingga sisi produsen melalui stimulasi KUR ini menjadi kombinasi kebijakan yang tepat untuk membangun kepercayaan masyarakat, sehingga mendukung peningkatan daya beli,” ungkap Josua.
Namun demikian, Josua mengatakan, pemberian modal yang dipermudah serta stimulasi lainnya perlu diikuti dengan pembinaan dan pendampingan oleh pemerintah.
“Pemerintah harus memastikan UMKM dapat meningkatkan kualitas produksinya dan bisa berdaya saing dengan memanfaatkan e-commerce sebagai platform pemasarannya. Sehingga strategi stimulus yang diberikan mampu menciptakan produktivitas ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja yang lebih luas,” tutup Josua
Lihat Juga :