Sejumlah Negara di Dunia Terus Membuka Akses Wisata

Jum'at, 09 April 2021 - 05:31 WIB
loading...
A A A
Presiden Direktur PT Hotel Sahid Jaya International Tbk ini melanjutkan, jika pemerintah tak berani melonggarkan pergerakan orang secara bertahap, maka pasti berat bagi sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi nasional. Bagi Hariyadi, seberapapun stimulus dikucurkan pemerintah pasti tak akan kuat dan bertahan lama.

Dia menyodorkan beberapa daerah yang bisa dilakukan pelonggaran secara bertahap. Misalnya Bali. Menurut Hariyadi, sebetulnya Bali sudah bisa dibuka bagi wisatawan mancanegara. Apalagi Bali merupakan satu pulau yang terpisah dengan pulau lainnya.

"Jadi harusnya Bali sudah bisa dibuka, Bintan juga. Jadi memang harus ada keberanian dari pemerintah untuk mulai bertahap membuka, termasuk untuk wisman (wisatawan mancanegara, wisman itu kan di-testing juga. Jadi nggak ada masalah," ujarnya.

Hariyadi membeberkan, sepanjang wisman telah melalui tes Covid-19 dan dinyatakan negatif maka seharusnya sudah bisa masuk berwisata di Indonesia. Sesaat setelah tiba di daerah yang didatangi, maka wisman bisa diwajibkan lebih dulu menjalani karantina mandiri di penginapannya. Misalnya waktu karantina mandiri selama 5 hari. Berikutnya pemerintah daerah atau instansi setempat bersama Satgas Covid-19 melakukan pengawasan secara ketat selama proses tersebut.

"Jadi bisa aja kan dikarantina dengan paket yang cukup kompetitif lah harganya, begitu. Karena menurut saya, nggak apa-apa lah wisman itu membuang hari 5 hari untuk dikarantina. Misalnya di Bali, ya, menurut sih nggak apa-apa," katanya.

Sementara itu, epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono berpendapat membuka wisata saat masih pandemi seperti ini adalah hal berbahaya.Pasalnya, pembukaan wisata saat masih pandemi berdampak pada penambahan angka kasus penularan Covid-19.

‘’Bahaya karena saat ini status wabahnya belum turun menjadi endemis. Buka wisata kalau kasusnya sudah tidak wabah lagi. Semua daerah harus menurunkan status wabah menjadi endemis. Dengan kontak tracing yang benar,’’ katanya.

Dia menandaskan. jika pemerintah ingin membuka kembali sektor pariwisata, sebaiknya menunggu turunnya status wabah menjadi endemis terlebih dahulu. Jika ini tidak dilakukan maka bisa berdampak buruk pada tingginya penularan. Dalam pandangannya, saat ini belum tepat jika membuka wisata terlebih untuk wisatawan mancanegara.

Lebih jauh dia menegaskan, bila nanti pariwisata dibuka, maka prosedur kesehatan harus diterapkan secara ketat. Misalnya dilakukan tes antigen, menunjukkan surat bebas Covid-19 hingga penerapan protokol kesehatan yang berlaku. Kendati demikian, itu pun masih tetap beresiko akan menambah angka kasus juga.

Apalagi untuk membuka pariwista untuk wisman, harus melakukan pertimbangan secara lebih mendalam. Dia mencontohkan Thailand dan Malaysia yang menerapkan prosedur ketat bagi wisman, dalam hal ini karantina masing-masing 14 dan 10 hari.

’’Kalau Indonesia nggak memberlakukan karantina, kalaupun iya (karantina) cuma empat hari. Seharusnya indonesia menolak semuanya. Kalau mau membuka wisata luar negeri ya harus karantina 10 hari,’’ tegasnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Dirut Tanjung Lesung...
Dirut Tanjung Lesung Poernomo Siswoprasetijo Raih Penghargaan Sosok Visioner Pariwisata
Segera Dibangun, Jewel...
Segera Dibangun, Jewel Garden PIK 2 Tawarkan Destinasi Rekreasi Berkonsep Nature Luxury Harmony
Danareksa Dorong Pengembangan...
Danareksa Dorong Pengembangan Pariwisata Melalui Revitalisasi Destinasi Ikonik
Salaya Yacht Resmi Meluncur,...
Salaya Yacht Resmi Meluncur, Kevin Sanjaya: Indonesia Punya Potensi Destinasi Maritim Kelas Dunia
Trump International...
Trump International Golf Club Lido: Destinasi Golf Terbaru dengan Sentuhan Kemewahan
Mau Berkunjung ke Dufan...
Mau Berkunjung ke Dufan Ancol? Ini Rekomendasi Wahana Ekstrem sampai Ramah Anak
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Mau Liburan Lebih Berkesan?...
Mau Liburan Lebih Berkesan? Ini 5 Travel Essential yang Wajib Masuk Koper
Rekomendasi
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved